Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) pada 10 Desember 2025, band rock veteran Methosa merilis single berjudul Adu Domba. Lagu ini resmi diluncurkan pada 12 Desember 2025, menjadi persembahan bagi peringatan Hari HAM serta bentuk penghormatan dan dukungan kepada aliansi gerakan masyarakat sipil.
Adu Domba bukan sekadar karya musik, melainkan pernyataan sikap teguh. Melalui lagu ini, Methosa menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan penegakan hak asasi manusia dan meneguhkan dukungan kepada para korban pelanggaran HAM serta keluarga mereka yang hingga hari ini masih menuntut keadilan.
Secara lirik, Adu Domba berfungsi sebagai dokumentasi ingatan publik atas serangkaian kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia. Methosa mengangkat kembali perjuangan simbolik, mulai dari Aksi Kamisan di depan Istana Negara, pertanyaan Sumarsih atas kematian Wawan, gugatan Suciwati terhadap negara atas pembunuhan Munir, hingga tragedi yang menimpa Marsinah dan Salim Kancil. Peristiwa-peristiwa ini menjadi simbol perjuangan kolektif untuk "menolak lupa."
Melalui karya ini, Methosa berupaya mencatatkan sejarah pelanggaran HAM dalam format yang mudah diakses, memastikan generasi mendatang mengenal peristiwa-peristiwa penting yang membentuk perjalanan demokrasi dan perjuangan keadilan di Indonesia.
Pesan inti Methosa terekam jelas dalam bagian reff lagu:
"Kami tak cari uang, kami tak cari perang, yang kami cari keadilan"
Lagu ini mengingatkan bahwa musuh utama bukanlah sesama warga, melainkan praktik kekuasaan yang melanggengkan impunitas, yang mereka gambarkan sebagai "serigala berjubah hak asasi manusia," serta berbagai upaya adu domba yang sering memecah belah solidaritas rakyat.
Oleh karena itu, Adu Domba hadir sebagai seruan agar warga tidak saling memukul dan tetap menjaga kesadaran bahwa keadilan adalah tujuan bersama.
Rangkaian peringatan Hari HAM 2025 akan mencapai puncaknya pada 13 Desember 2025 melalui Festival Rawat Suara Warga. Festival ini akan diselenggarakan di Komunitas Salihara Arts Center, Jakarta.
Acara ini merupakan ruang pertemuan lintas isu dan lintas komunitas yang diinisiasi bersama aliansi organisasi masyarakat sipil. Adu Domba dipersembahkan Methosa sebagai bagian tak terpisahkan dari festival tersebut—sebuah lagu yang diharapkan tidak hanya didengarkan, tetapi juga dirasakan sebagai suara kolektif perjuangan HAM.
Bagi Methosa, dukungan terhadap perjuangan hak asasi manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan berkarya mereka.
Hari HAM dimaknai bukan sekadar merayakan Deklarasi Universal PBB, melainkan sebagai ikhtiar untuk menjaga martabat manusia dan menjadi fondasi bagi cita-cita hidup yang lebih adil dan setara.
Melalui Adu Domba, Methosa menegaskan bahwa musik tetap menjadi ruang penting untuk menyuarakan kebenaran dan memastikan sejarah perjuangan HAM tetap hidup dan dikenang. (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved