Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK cara yang dapat dilakukan memperingati Hari HIV/AIDS sedunia, yang dirayakan setiap 1 Desember. Salah satunya menonton sejumlah film yang mengangkat isu penyakit ini.
Sejarah krisis AIDS dan penyakit HIV telah banyak diangkat ke dalam film layar lebar. Mulai dari genre dokumenter hingga drama personal. Kebanyakan filmnya berfokus pada dampak sosial dan emosional penyakit ini.
Tujuh film berikut bisa menjadi referensi Anda jika ingin megulik lebih jauh tentang penyakit ini. Tak hanya dari segi medis, tetapi juga tentang sejauh apa penyakit ini dapat berpengaruh.
Dokumenter ini menyoroti gerakan aktivis ACT UP di Amerika Serikat pada 1980-1990-an. Film menunjukkan perjuangan pasien HIV untuk mempercepat akses obat dan memengaruhi kebijakan badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA).
Film ini adalah adaptasi miniseri dari drama pemenang Pulitzer Prize karya Tony Kushner. Ceritanya berlatar awal 1980-an dan menyoroti krisis AIDS di Amerika Serikat melalui perspektif pribadi, politik, dan sosial.
Diadaptasi dari drama Larry Kramer, film ini fokus pada awal krisis AIDS di New York, menyoroti kemarahan terhadap respons pemerintah dan peran aktivis.
Film drama ini menceritakan Ron Woodruff, pasien HIV yang mengimpor obat non-FDA. Menunjukkan perjuangannya dalam mendapatkan perawatan dan menyoroti kebijakan obat di Amerika Serikat.
Berdasarkan buku nonfiksi Randy Shilts, film ini menelusuri sejarah HIV/AIDS dari kasus pertama 1976 hingga 1980-an. Film ini kental dengan unsur ilmiah, sosial, dan politik.
Film ini merupakan dokumenter yang mendalami Names AIDS Memorial Quilt, sebuah proyek komunitas besar yang dimulai pada 1985 untuk mengenang orang-orang yang meninggal akibat AIDS. Quilt ini terdiri dari panel-panel yang dibuat untuk memperingati korban AIDS, masing-masing membawa cerita dan identitas pribadi mereka.
Dokumenter ini menggunakan wawancara langsung dengan keluarga, teman, dan orang-orang yang terdampak HIV/AIDS. Fokus film bukan hanya pada kematian, tetapi juga pada hubungan sosial, dampak emosional, dan usaha komunitas untuk mengingat dan menghormati korban.
Philadelphia bercerita tentang Andrew Beckett (Tom Hanks), seorang pengacara sukses yang dipecat dari firma hukumnya setelah diketahui mengidap AIDS. Film ini menyoroti diskriminasi di tempat kerja dan stigma sosial yang dihadapi orang-orang dengan HIV/AIDS pada awal 1990-an.
Beckett kemudian menggugat mantan kantornya dengan bantuan pengacara Joe Miller (Denzel Washington), seorang pengacara yang awalnya ragu tapi kemudian menunjukkan solidaritas. Melalui kasus hukum ini, film menyoroti isu hak-hak sipil, diskriminasi berbasis penyakit, dan ketakutan masyarakat terhadap HIV. (verywell health/Z-2)
Edukasi publik harus diperluas, terutama mengenai cara penularan, pencegahan, dan manfaat terapi, agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar.
Stigma negatif tidak hanya merugikan secara sosial, tetapi juga menghambat akses ODHA terhadap hak kesehatan
Total kasus HIV/AIDS di Pati mencapai 3.217 kasus sejak tahun 1996 atau sehari rata-rata muncul kasus HIV/AIDS baru.
Tema Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kota Denpasar tahun ini sendiri bertajuk “Bergerak Bersama, Bersuara: Ayo Kolaborasi”.
TREN kasus HIV di Kota Bontang, Kalimantan Timur, tercatat menurun dalam tiga tahun terakhir.
Melalui Peringatan Hari AIDS Sedunia, banyak negara berusaha untuk mengubah perilaku berisiko, serta menghentikan stigma dan juga diskriminasi kepada Orang Dengan HIV (ODHIV).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved