Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Hari AIDS Sedunia 2025 menjadi kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat solidaritas, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat. Melalui semangat “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV” , mari bersama-sama mewujudkan Indonesia tanpa stigma, diskriminasi, dan infeksi baru HIV.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi yang juga Kepala Yarsi HIV AIDS Care,dr Maya Trisiswati,M.KM (dokter Maya) menyatakan itu saat Deklarasi Perkumpulan Pengendalian HIV AIDS (PPHA) Jakarta, Minggu, 30 Nopember 2025 di Patung Jendral Sudirman jalan Jenderal Sudirman Jakara.
Dokter Maya menjelaskan,Pengendalian HIV AIDS dibutuhkan perjuangan kuat melawan virus HIV, melawan stigma, melawan diskriminasi. Para penggiat pengendalian dan pencegahan HIV AIDS di DKI Jakarta tetap semangat mendorong Pentaheliks memberikan dukungan pada ODHIV agar meningkatkan kesehatan dirinya dan tidak menularkan pada orang lain. Agar dorongan dan dukungan lebih luas akhirnya lahir Deklarasi organisasi PPHA Jakarta.
Deklarasi itu diwujudkan dengan penandatanganan teks Deklarasi yang di tandatangani para pendiri dan perwakilan penggiat HIV AIDS
Maya yang juga Ketua 1 PPHA Jakarta menambahkan, deklarasi ini memiliki momentum penting karena bertepatan dengan peringatah Hari AIDS se Dunia 1 Desember 2025 yang diperingati masyarakat di seluruh dunia yang pada Tahun 2025 ini, mengusung Tema Global : “Overcoming Disruption, Transforming the AIDS Response” sedangkan Tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV ”.
Tema itu menegaskan pentingnya kebangkitan dan perubahan menyeluruh dalam menghadapi berbagai tantangan yang menghambat pencapaian target Ending AIDS 2030. Selain itu khusus Indonesia tema ini mengingatkan kita semua bahwa perjalanan menuju Indonesia bebas AIDS bukan hanya tentang upaya medis, tetapi juga tentang keberlanjutan layanan, komitmen bersama.
Kegiatan deklarasi ini bentuk nyata dari kolaborasi seluruh elemen - pemerintah, masyarakat, komunitas, dan relawan untuk memperkuat langkah-langkah pengendalian HIV AIDS, memastikan layanan tetap berjalan, serta memberikan dukungan yang manusiawi dan berkesinambungan bagi semua yang
terdampak.
“Pengendalian HIV AIDS tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan komitmen bersama, PPHA siap untuk itu,” tutup Maya.
Ketua 2 PPHA Jakarta Dr. John Marbun MKM melengkapi, terbentuknya organisasi PPHA agar bisa lebih dapat membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat dan stakeholder lainnya untuk mempercepat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS nenuju Ending AIDS
Tahun 2030 di Jakarta.
Deklarasi PPHA mengusung tema “Mari Bersama hadapi perubahan dan berkontribusi menjaga keberlanjutan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi serta mencegah munculnya infeksi baru serta terjadinya kematian akibat AIDS”.
Para Deklarator merupakan pelaku Pengendalian HIV AIDS DKI Jakarta berasal dari 5 Wilayah Kota dan 1 Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu memiliki komitmen dalam pencegahan dan pengendalian HIV AIDS.
Ditekankannya, di era desentralisasi ini peran serta dari semua elemen masyarakat tak terkecuali para penggiat HIV AIDS tidak dapat dielakkan lagi dalam ikut membangun kota Jakarta sebagai Kota Global yang sejahtera dan bahagia warganya.
1.Wujudkan Jakarta terbebas HIV AIDS.
2. Rapatkan barisan dan memperkuat kolaborasi untuk mengakhiri ending AIDS 2030.
3 Siap menghadapi perubahan dan menjaga keberlanjutan program penanggulangan HIV AIDS
“Mau tahu HIV AIDS, tanya kami PPHA. Dahulu Bernama Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP),” terang John Marbun. (H-2)
Dinas Kesehatan Jawa Timur tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan kuratif dan pelaporan kasus, melainkan perlu memperkuat langkah preventif.
"Hasil pendataan kami, temuan HIV/AIDS selama 10 bulan mulai Januari-Oktober di Kota Sukabumi ada 124 kasus. Terdapat lima orang meninggal dunia,"
Para pengidap HIV/AIDS harus mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah.
KETUA DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Ribka Tjiptaning, menyoroti masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Universitas Esa Unggul melalui akademisi dan pakar Mikrobiologi, memberikan pandangan dan informasi ilmiah terkini terkait perkembangan penanganan HIV/AIDS di dunia dan Indonesia.
Stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV bisa menghambat pengobatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved