Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

3 Pria Didakwa Pembunuhan Penyanyi DELAROSA dalam Serangan “Gaya Penyergapan” di Los Angeles

Thalatie K Yani
27/11/2025 09:30
3 Pria Didakwa Pembunuhan Penyanyi DELAROSA dalam Serangan “Gaya Penyergapan” di Los Angeles
Penyanyi DELAROSA tewas ditembak dalam serangan “gaya penyergapan” di Los Angeles. Tiga pria kini didakwa melakukan pembunuhan dan percobaan perampokan. (Instagram)

TIGA pria didakwa atas pembunuhan penyanyi Maria De La Rosa, atau DELAROSA, yang tewas ditembak akhir pekan lalu dalam insiden yang digambarkan sebagai “serangan bergaya penyergapan.” Peristiwa terjadi pada Sabtu (22/11), sekitar pukul 01.25 dini hari di kawasan Northridge, Los Angeles.

Menurut pernyataan Jaksa Distrik Los Angeles County, Nathan Hochman, Rabu (26/11), DELAROSA yang berusia 22 tahun saat itu duduk di dalam mobil bersama dua orang lainnya ketika tiga pria mendekati kendaraan tersebut. Para pelaku diduga meminta uang sebelum melepaskan beberapa tembakan yang mengenai seluruh penghuni mobil. Ketiga pelaku Francisco Otilio Gaytan, 27, Benny LiconGomez, 27, dan Eduardo Lopez, 21.

DELAROSA mengalami luka tembak dan meninggal di rumah sakit. Dua korban lainnya menderita luka kritis. Polisi Los Angeles menyatakan Gaytan ditangkap pada hari yang sama, sementara LiconGomez ditangkap pada Minggu (23/11). Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk Lopez.

“Ini adalah serangan kejam dan terarah yang merenggut nyawa seorang perempuan muda dan artis, serta menyebabkan trauma mendalam bagi keluarganya dan dua penyintas,” ujar Hochman.

Ketiga pelaku masing-masing didakwa satu pasal pembunuhan dan dua pasal percobaan perampokan tingkat dua. Motif penyerangan masih belum jelas.

Dalam unggahan terakhirnya di Instagram pada 30 Oktober, DELAROSA membagikan cuplikan musik baru kepada 40.000 pengikutnya. Ia menulis dalam bahasa Spanyol. “Ocupada cocinando en el Stu… no me llames. Ya es tiempo… GAME TIME BABY,” yang diterjemahkan sebagai, “Sibuk masak di studio… jangan telepon aku. Sudah waktunya.”

Lagu terakhirnya, “No Me Llames,” dirilis pada Agustus. Berbagai ucapan duka mengalir di media sosial. Artis reggaeton Kolombia, Sharik, menulis, “Te amaré siempre” - “Aku akan selalu mencintaimu.” Juan Moises, vokalis Los Gemelos de Sinaloa, mengunggah emoji tiga burung merpati untuk mengenangnya.

Sementara keluarga, kerabat, dan penggemar berduka, para tersangka kini ditahan menunggu persidangan. Gaytan dijadwalkan hadir di pengadilan pada 7 Januari 2026 dengan jaminan ditetapkan sebesar US$2.180.000. LiconGomez dijadwalkan menjalani sidang pada 26 November dan ditahan dengan jaminan US$2.280.000. Lopez akan dijadwalkan setelah berhasil ditangkap, dengan jaminan ditetapkan sebesar US$2.205.000.

Jika terbukti bersalah, ketiganya menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Hingga kini belum diketahui apakah mereka telah menunjuk pengacara. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik