Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SELASA (18/11), penyanyi, penulis lagu, dan ikon fashion global, Mikah, merilis proyek trilogi Homesick miliknya lewat perilisan single In Between dan Dream, yang menjadi dua bab terakhir dari pencariannya mengenai makna "rumah" – sebuah tema yang terinspirasi dari perjalanan mikah menjelajahi banyak benua.
Dua lagu tersebut dan single Escape, yang dirilis Oktober lalu, menceritakan perjalanan hati Mikah yang berpusat pada ide akan rumah dan pertanyaan-pertanyaan seperti: apa itu rumah? Apa makna rumah? Di manakah rumah?
Trilogi Homesick milik Mikah diawali oleh single Escape, yang mengenalkan kita kepada kisah Mikah yang beranjak dari tempat kelahirannya untuk mengejar mimpinya.
Meski Mikah didukung keluarganya, ia terpaksa harus meninggalkan semua hal familiar di sekitarnya. Lagu Escape merangkum pergulatan batin antara keinginan untuk mengejar semua impian kita dan kerinduan akan rumah. Alur trilogi ini pun tercipta yaitu kepergian, pengembaraan, dan perubahan.
Babak kedua trilogi ini, yaitu lagu In Between, menceritakan tentang mikah yang meninggalkan semua hal yang ia ketahui untuk mencari sesuatu yang baru.
Diwarnai dengan nuansa akustik yang hangat dan sound yang terinspirasi dari genre country. Di lagu ini, Mikah bernyanyi, "It's just me and my suitcase", yang merangkum posisi hati mikah yang berpijak antara mimpi dan realita.
Trilogi ini diakhiri oleh single Dream, yang merupakan single utama sekaligus resolusi emosional dari proyek ini.
Di lagu ini, Mikah mempelajari bahwa arti "rumah" dapat terus berubah seraya kita tumbuh dewasa. Kadang arti rumah bukanlah sebuah tempat fisik, namun sebuah perasaan jernih dan penerimaan diri.
Lagu Dream menjadi lagu paling pop dan optimistis di proyek ini, serta membahas tentang masa depan sempurna yang kita impikan bisa saja tidak terwujud.
Dengan lirik, "Dreaming feels like home" yang Mikah nyanyikan berulang kali, lagu ini diakhiri dengan nuansa serba hopeful yang hangat.
Mikah pun sadar bahwa "rumah" adalah sesuatu yang kita temukan dalam diri kita sendiri seraya ia bernyanyi, "A perfect future may not exist in reality — that's why we can only see it in our dreams."
Video musik Dream dibuat oleh tim kreatif asal Prancis yang direkam di Tokyo dan memvisualisasikan transformasi seorang Mikah yang menjadi inti dari lagu ini.
Nuansa hati Mikah yang berubah-ubah diwakili oleh sejumlah adegan-adegan seperti saat Mikah menyeberangi Shibuya Crossing, berada di dalam kereta, serta pemandangan kota yang indah, sebelum akhirnya ia menemukan dirinya kembali.
Meski video klip Dream mengakhiri kisah yang diawali di video Escape, video ini dapat berdiri sendiri sebagai sebuah video yang serba sinematik dan introspektif.
Dream menangkap momen saat Mikah akhirnya melihat ke dalam dan menemukan arti rumah yang sebenarnya – yaitu tempat batin yang penuh kejernihan, bertumbuh, dan tempat yang selalu menyambut kita dengan hangat. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved