Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI asal Pematang Siantar, Boy Warongan, resmi merilis single terbarunya berjudul Belum Boleh Pulang.
Perilisan lagu itu sekaligus menandai kembalinya ia ke dunia musik setelah vakum pascakepergian mendiang Ade F Paloh, yang sebelumnya menjadi produser karyanya.
Lagu ini menjadi kelanjutan dari perjalanan musikal Boy setelah debutnya lewat single Juang Angan (2023), sekaligus pembuka menuju album penuh bertajuk Juang Angan yang akan dirilis November mendatang.
Berduet dengan Gabriella Fernaldi (Gebi), single Belum Boleh Pulang mengangkat tema kerinduan yang tertahan oleh tuntutan pekerjaan dan realitas urban.
Dengan nuansa Bossanova yang hangat dan aransemen akustik yang intim, lagu ini menggambarkan pergulatan emosional seorang perantau yang belum bisa kembali ke rumah.
Lirik-lirik seperti "Ingin lupakan semua, berbagai tanggungan / Namun apalah daya, kukejar semua / Oo belum boleh pulang" menjadi refleksi universal bagi banyak pendengar.
Kolaborasi vokal antara Boy dan Gebi menciptakan dialog musikal yang menyentuh. Boy mewakili suara perjuangan di luar sana, sementara Gebi menghadirkan sosok yang menanti dengan penuh harap.
Produksi lagu ini digarap oleh S Pramudita dan Sekaranggi dari grup Tigapagi, yang meneruskan estafet kreatif setelah kepergian Ade F Paloh.
Single Belum Boleh Pulang juga menjadi bagian dari "trilogi pulang" dalam album Juang Angan milik Boy, yang mengeksplorasi makna pulang secara fisik maupun spiritual.
Album ini akan menyuguhkan perpaduan alternatif pop dengan tema pencarian makna hidup yang mendalam.
Single Belum Boleh Pulang dirilis di bawah label Setengah Lima Records dan kini telah tersedia di seluruh platform streaming digital, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved