Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH mencatatkan pencapaian impresif dengan lebih dari 1,8 juta penonton di jaringan bioskop Indonesia, film Pengepungan di Bukit Duri kini bisa ditonton di Prime Video. Disutradarai oleh Joko Anwar dan diproduksi oleh Come and See Pictures untuk Amazon MGM Studios, film ini tidak hanya menghadirkan ketegangan khas drama-thriller, namun juga mengangkat isu-isu sosial yang relevan dan penting untuk disimak.
Pengepungan di Bukit Duri menandai kembalinya Joko Anwar ke genre thriller-aksi non-horor, setelah enam tahun sejak film terakhirnya di genre ini, Gundala (2019). Film yang merupakan karya ke-11 Joko Anwar ini, menggabungkan kekuatan narasi, penyutradaraan, dan penyuntingan gambar dalam satu visi yang utuh. Dengan latar Indonesia tahun 2027, film ini menjadi refleksi sosial atas situasi kekerasan dan ketimpangan sistem pendidikan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Pengepungan di Bukit Duri menjadi tonggak bersejarah bagi perfilman Indonesia sebagai film layar lebar pertama yang diproduksi oleh rumah produksi Asia Tenggara, Come and See Pictures, untuk Amazon MGM Studios. Kolaborasi ini memadukan kekuatan narasi lokal dengan visi artistik serta standar produksi bertaraf internasional, menghasilkan sebuah karya yang tidak hanya relevan dan kuat secara tematik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global.
Capaian Pengepungan di Bukit Duri melampaui rekor yang dipegang oleh film The Raid (2012), yang selama 13 tahun menjadi film action Indonesia terlaris dengan raihan 1,892,369 penonton. Film ini juga menjadi proyek kolaborasi perdana antara Joko Anwar dan aktor berbakat Morgan Oey. Selain Morgan, film ini turut dibintangi oleh jajaran aktor muda berbakat Indonesia seperti Omara Esteghlal, Hana Pitrashata Malasan, Endy Arfian, Fatih Unru, Satine Zaneta, Dewa Dayana, Florian Rutters, Faris Fadjar Munggaran, Sandy Pradana, Farandika, Raihan Khan, Sheila Kusnadi, Millo Taslim, dan Bima Azriel.
Pengepungan di Bukit Duri menggabungkan narasi yang menegangkan dengan kajian kritis terhadap isu-isu sosial, terutama kekerasan remaja dan disintegrasi keluarga yang dipicu oleh diskriminasi serta kebencian. Di setiap adegan-adegan yang intens, film ini menggambarkan isu-isu universal yang masih relevan hingga saat ini, mendorong penonton untuk memikirkan kembali persepsi mereka tentang keadilan dan empati, serta menyoroti pentingnya menciptakan kesetaraan yang lebih baik untuk semua. Film tidak hanya diisi dengan thriller penuh aksi, namun juga memberikan pengalaman berbeda dan menggugah pikiran.
Pengepungan di Bukit Duri menjadi salah satu karya paling penting dalam perjalanan 20 tahun karier Joko Anwar. Film ini berhasil memicu berbagai percakapan dan diskusi di ranah digital, sekaligus mengajak penontonnya untuk merenungkan kondisi sosial yang tengah berlangsung. Bahkan sejak sebelum penayangan resminya, film ini telah menjadi bahan perbincangan dan mendorong munculnya berbagai forum diskusi di kalangan masyarakat, berkat isu-isu penting yang diangkat dalam ceritanya. (H-3)
Joe Taslim mengungkapkan Millo Taslim menjalani seluruh proses audisi secara mandiri, termasuk untuk perannya dalam film Pengepungan di Bukit Duri.
SETELAH film Pengepungan di Bukit Duri ramai saat tayang di bioskop beberapa waktu lalu dan berhasil meraih 1,8 juta lebih penonton, kini film tersebut bisa ditonton di Prime Video.
FILM Pengepungan di Bukit Duri saat ini sudah bisa ditonton di Prime Video. Film garapan penulis dan sutradara Joko Anwar ini sebelumnya tayang lebih dulu di bioskop.
Pengepungan di Bukit Duri menandai kembalinya Joko Anwar ke genre thriller-aksi non-horor, setelah enam tahun sejak film terakhirnya di genre ini, Gundala (2019).
Pengepungan di Bukit Duri menggabungkan aksi menegangkan dengan isu-isu sosial yang kuat dan relevan, serta menjadikannya salah satu film yang paling banyak dibicarakan tahun ini.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Selama Berlinale, yang berlangsung dari 13 hingga 22 Februari 2026, film Ghost In The Cell dijadwalkan naik layar sebanyak empat kali.
FILM karya Joko Anwar, Ghost in the Cell mendapat sambutan yang meriah saat penayangan perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.
Aming diperkenalkan sebagai pemeran karakter bernama Tokek, seorang narapidana dengan latar belakang yang kompleks.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved