Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG cilik Myesha Lin mencuri perhatian dalam aktingnya di film drama komedi terbaru Visinema Studios, Panggil Aku Ayah. Di film tersebut, Myesha memerankan Intan atau kerap dipanggil Pacil oleh dua pengasuhnya, Mang Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Mang Tatang (Boris Bokir).
Dikisahkan, Intan kecil ditinggalkan oleh ibunya, Rossa (Sita Nursanti), yang harus bekerja ke luar negeri untuk menebus utang yang ditinggalkan suaminya. Sementara itu, Intan kecil dititipkan ke dua penagih utang, Mang Dedi dan Mang Tatang, yang pada akhirnya keduanya membesarkan Intan hingga dewasa.
Di film ini, Myesha menampilkan berbagai emosi sebagai Intan kecil mulai dari menangis, marah, dan gembira. Ia dengan apik menjalin chemistry bersama Ringgo Agus Rahman dan Boris Bokir. Untuk mendapatkan emosi sedih hingga menangis, Myesha mengaku memiliki trik khusus.
“Akting nangis itu paling susah, dan salah satu yang paling susah adalah ketika Ibu Rossa meninggalkan aku, di situ aku lari-lari sambil nangis,” cerita Myesha tentang pengalamannya memerankan Intan di film Panggil Aku Ayah saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/7).
“Kalau buat nangis itu, aku buat imajinasi sendiri. Aku buat imajinasi tentang kucing sama guk guk (anjing) lagi hujan-hujanan, cari makan,” imbuh Myesha Lin.
Sebelum membintangi Panggil Aku Ayah, Myesha telah bermain di film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia (2025) dan Catatan Harian Menantu Sinting (2024).(M-2)
"Sejak awal saya percaya, isu keluarga adalah hal yang universal, tapi sering kali kita jarang membicarakannya dengan jujur di ruang publik,"
Memerankan sosok Mang Dedi, yang sedianya sebagai seorang penagih utang kemudian beralih fungsi sebagai sosok ayah, membuat Ringgo teringat momen-momen bersama sang anak
Salah satu latar tempat untuk film berada di Sukabumi, menampilkan kota yang kini kerap dipilih para sineas
Tissa Biani akan kembali ke layar lebar dengan film terbarunya berjudul Panggil Ayah.
SUKSES dengan film animasi Jumbo yang menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa, Visinema Studios akan kembali menghadirkan film layar lebar bertema keluarga berjudul Panggil Aku Ayah.
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Beradu peran dengan Quinn Salman dan Michelle Yuri di film Nala: Dengar Aku Juga memberikan pelajaran berharga bagi Ringgo mengenai perbedaan karakter anak.
Bagi Ringgo Agus Rahman, dinamika kehidupan berkeluarga telah mengubah prioritas bicaranya secara drastis.
Ringgo Agus Rahman mengungkapkan bahwa naskah film Esok Tanpa Ibu menjadi refleksi mendalam bagi laki-laki, terutama dalam hal kemandirian emosional.
Memerankan sosok Mang Dedi, yang sedianya sebagai seorang penagih utang kemudian beralih fungsi sebagai sosok ayah, membuat Ringgo teringat momen-momen bersama sang anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved