Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
DUNIA Mencekam Studios kembali merilis film horor terbaru berjudul Panggilan dari Kubur. Film yang bekerja sama dengan Maxima Pictures ini, merupakan karya sutradara Dyan Sunu Prastowo yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 14 Agustus 2025.
Film ini tidak hanya menawarkan teror mencekam, tetapi juga menggali sisi emosional yang mendalam. Dyan Sunu mengatakan, Panggilan dari Kubur mengeksplorasi perasaan orang tua yang kehilangan anaknya, tetapi kemudian harus menghadapi kenyataan mengerikan bahwa sang anak tidak tenang di alam sana. Orang tua terjebak dalam dilema emosional antara rasa kehilangan yang luar biasa dan rasa takut menghadapi anak mereka sendiri yang kini berubah menjadi sosok mengancam.
"Film ini bukan hanya tentang horor, tapi juga tentang kehilangan dan rasa bersalah seorang ibu. Saya ingin penonton ikut merasakan dilema batin Alya yang harus menghadapi kenyataan paling mengerikan dalam hidupnya,” ujar Dyan Sunu dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (15/7).
Panggilan dari Kubur mengangkat kisah penuh duka dan misteri tentang Alya (Nirina Zubir), yang bersama suaminya Raka (Nugie) dan putri mereka Yasmin (Firzanah Alya) berlibur ke rumah sang ibu, Bu Dewi (Muthia Datau), di sebuah desa terpencil. Namun liburan berubah menjadi mimpi buruk ketika Yasmin mengalami kecelakaan tragis di sebuah danau dan meninggal dunia. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, jenazah Yasmin dikuburkan di halaman belakang rumah.
Namun, ketenangan tak bertahan lama. Setelah kembali ke Jakarta, Alya terus merasakan panggilan misterius dari putrinya. Ia pun kembali ke desa dan mendapati kuburan Yasmin telah kosong. Teror pun dimulai. Yasmin bangkit sebagai sosok mengerikan akibat kutukan lama: siapa pun yang dikuburkan di tanah itu akan hidup kembali dalam wujud menakutkan.
Berperan sebagai Alya, Nirina Zubir, mengungkap salah satu tantangan sepanjang proses syuting. Lama tak bermain film genre Horor, aktris berusia 45 tahun mengaku harus melakukan persiapan fisik serta mental. "Saya harus menggali rasa duka dan trauma yang dalam, lalu membawanya ke situasi supernatural. Berat sekali karena ini bukan cuma horor fisik, tapi juga horor emosional sebagai seorang ibu," kata Nirina.
Film ini menjanjikan suasana mencekam, sinematografi gelap nan artistik, serta efek suara yang membangun ketegangan sejak awal. Dengan jejak sukses Dunia Mencekam Studios lewat film-film horor sebelumnya seperti Qodrat dan Kuasa Gelap, 'Panggilan dari Kubur' digadang-gadang akan menjadi salah satu film horor paling emosional sekaligus menakutkan tahun ini. Jangan lewatkan terornya di bioskop mulai 14 Agustus 2025. (H-4)
Film ini menggunakan latar cerita pada tahun 1920 ketika Indonesia masih menjadi bagian dari jajahan pemerintah Belanda dan masih bernama Hindia Belanda.
Film ini biasanya menampilkan elemen supranatural, psikologis, atau kekerasan yang dikemas untuk menciptakan suasana mencekam dan menegangkan.
Film produksi Falcon Pictures itu berkisah tentang Solah Vincenzo (Rigen) pulang ke kampungnya, ditemani Fajrul (Jegel), Jaka, (Tora) dan Supra (Indro).
Teh oolong menjadi salah satu minuman favorit Emma. Bahkan ia sempat hampir membuka rumah teh sendiri sebelum mendapatkan peran di Wednesday.
Genre ini biasanya menampilkan suasana mencekam, penuh misteri, serta elemen yang mengancam keselamatan tokoh, seperti hantu, monster, psikopat, makhluk gaib, atau kejadian supranatural.
Sumanto akan muncul sebagai kameo di film horor Labinak: Mereka Ada di Sini yang tayang mulai hari ini (21/8) di bioskop.
Menjadi pemain film horor harus siap fisik, mental dan semuanya double dibanding film biasa
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved