Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAKUAN mengejutkan diutarakan mantan kekasih Sean 'Diddy' Combs atau dikenal sebagai P Diddy. Dalam persidangan yang berlangsung Kamis (5/6), wanita yang menggunakan nama samaran Jane itu menceritakan pengalamannya berhubungan seks selama tiga hari dengan male escorts atau gigolo yang diduga diatur oleh P Diddy.
Dalam pengakuannya, Jane mengatakan kalau rapper asal Amerika Serikat itu memaksanya untuk berpartisipasi dalam acara tersebut yang disebut "hotel nights" terjadi selama rentang Januari 2021 - Agustus 2024. Sebuah pesta seksual yang mirip dengan 'freak-off' seperti yang dikatakan Casandra Ventura, mantan P Diddy lainnya.
Dijelaskan Jane dalam persidangan, Hotel Nights melibatkan tiga kali hubungan seksual dengan seorang gigolo. Kegiatan itu berlangsung dengan rentang waktu yang cukup lama, Jane mengatakan pernah dipaksa P Diddy mengikuti kegiatan itu selama 30 jam dan tanpa tidur.
Sebuah rekaman audio dari kamar hotel yang memperlihatkan Jane meminta seorang gigolo untuk memakai kondom diputar di pengadilan. Dalam rekaman tersebut, P Diddy terdengar mengabaikan permintaan Jane. Jane bersaksi bahwa pada kesempatan lain, P Diddy pernah berkata, "Lebih baik kamu tidak meminta kondom" saat seorang pendamping bersiap untuk berhubungan seks dengannya.
Jane sudah berkali-kali mengatakan kepada P Diddy bahwa tidak ingin berhubungan seks dengan pria lain, namun pria yang saat ini berusia 55 tahun itu mengabaikan kekhawatirannya. Jane mengaku saat dia mulai buka suara soal preferensi seksual P Diddy, si rapper langsung ngancam bakal putus dan berhenti bayar sewa apartemen Jane di LA, yang biayanya sekitar USD10 ribu per bulan (setara Rp160 jutaan).
Sampai akhirnya, dalam pesan teks tertanggal September 2023 yang dibacakan di pengadilan, Jane mengatakan kepada P Diddy, “Aku tidak ingin memainkan peran ini lagi dalam hidupmu peran ini gelap, menjijikkan, dan membuatku merasa menjijikkan," Setelah itu, hubungan mereka meredup hingga akhirnya disebut berakhir pada Agustus 2024. (M-2)
Aksi bejat tersebut diduga telah berlangsung selama empat tahun, yakni sejak 2021 hingga 2025.
Setelah mengumpulkan alat bukti yang cukup, termasuk hasil visum et repertum (VER), polisi bergerak cepat mengamankan pelaku.
Atlet panjat tebing melaporkan dugaan kekerasan seksual di Pelatnas ke polisi. Ketua Umum FPTI Yenny Wahid tegaskan zero tolerance dan siapkan pendampingan hukum bagi korban
Kekerasan seksual yang terjadi berulang dengan pola masif kini disebut telah mencapai level darurat nasional.
Mantan jaksa senior Inggris menyebut polisi bergerak cepat saat kepentingan negara terancam, namun lambat dalam menangani laporan kekerasan seksual penyintas Jeffrey Epstein.
Dalam kondisi korban yang diduga tidak sepenuhnya sadar, terjadi dugaan tindakan persetubuhan atau pencabulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved