Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Dirty Angels yang disutradarai Martin Campbell menghadirkan kisah menegangkan tentang misi penyelamatan sandera yang dipimpin oleh tim rahasia beranggotakan prajurit wanita.
Berlatar di Afghanistan, film ini dimulai dengan serangan teroris yang menyasar sebuah sekolah, menjadikan para pelajar perempuan sebagai sandera. Jake, seorang prajurit militer AS yang diperankan oleh Eva Green, ditugaskan untuk menyelamatkan mereka.
Dengan penyamaran sebagai tim medis, Jake menuju Afghanistan dan bergabung dengan kelompok elit prajurit wanita. Tiap anggota tim memiliki kemampuan khusus yang menjadi kunci dalam operasi berbahaya ini. Bersama-sama, mereka berusaha menyusup ke markas teroris untuk membebaskan para sandera.
Martin Campbell, yang sebelumnya sukses menyutradarai film aksi seperti Golden Eye, Casino Royale, dan The Mask of Zorro, kembali memamerkan keahliannya dengan adegan aksi intens dari awal hingga akhir. Visual yang memukau dan efek praktikal memperkuat atmosfer menegangkan, terutama saat tim Jake terlibat dalam baku tembak dengan para teroris.
Tak hanya menyajikan aksi, film ini juga menggali sisi emosional melalui prinsip Jake yang tidak pernah meninggalkan rekannya di medan perang. Namun, upaya menggambarkan sisi moral dan emosional ini dianggap kurang optimal karena fokus yang lebih besar pada aksi.
Sayangnya, alur cerita yang terlalu cepat dan pengembangan karakter yang minim menjadi kelemahan film ini. Anggota tim Jake hanya sekilas diperkenalkan tanpa eksplorasi mendalam. Bahkan, latar belakang antagonis utama juga tidak digali dengan cukup baik, hanya diungkap di akhir cerita.
Meski demikian, Dirty Angels tetap menjadi tontonan aksi yang memukau. Film ini ditulis oleh Martin Campbell bersama Jonas McCord dan diproduksi oleh Boaz Davidson serta Jeffrey Greenstein di bawah bendera Millenium Media dan Lionsgate.
Film ini dibintangi oleh Eva Green, Maria Bakalova, Ruby Rose, Reza Brojerdi, Jojo T. Gibbs, Aziz Çapkurt, Mitko Angelov, Christopher Backus, dan banyak aktor lainnya.
Apakah Jake dan timnya berhasil membebaskan sandera? Saksikan kisah seru ini di Dirty Angels, yang kini sudah tayang di bioskop Indonesia! (Z-10)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
TIM penyelamat di Myanmar terus melakukan pencarian korban gempa di reruntuhan bangunan. Sebanyak empat orang korban diselamatkan dari reruntuhan setelah tertimbun
Menhut Raja Juli Antoni melakukan peninjauan ke Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki. Salah satu yang disorot yakni terkait upaya penyelamatan penyelundupan satwa.
PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keselamatan kerja dan kesiapsiagaan bencana, tidak hanya untuk karyawan di situs Gosowong
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved