Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia Naswardi menegaskan pentingnya menyaksikan tontonan sesuai dengan batas usia. Ia menjelaskan berdasarkan undang-undang perfilman terdapat empat klasifikasi usia tontonan yakni kategori semua umur, di atas 13 tahun, di atas 17 tahun dan di atas 21 tahun.
Ditemui dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri yang berlangsung di Jakarta, Naswardi menekankan tontonan yang tidak sesuai dengan batas usia bisa memengaruhi psikologi seseorang dan memiliki dampak tidak baik dalam jangka panjang.
“Kekhawatiran (menonton tidak sesuai klasifikasi usia) bisa terjadi pada kelompok rentan khususnya anak-anak. Kalau anak masih usia 7 tahun tapi menyaksikan tontonan dengan klasifikasi usia 21 tahun ke atas, pasti tidak sesuai. Isi dari film, konten, adegan bisa berpengaruh pada psikologi perkembangan anak,” ucap Naswardi di Jakarta, Senin (18/11).
Merujuk pada Studi di National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism melaporkan bahwa anak kecil di bawah umur yang terbiasa menonton film kategori remaja cenderung lebih mungkin dan lebih cepat mencoba-coba minum alkohol, merokok, dan seks bebas. Hal ini tentu akan sangat berbahaya bagi anak.
Karena itu, penting untuk menyaksikan tontonan yang sesuai kategori usia. LSF pun melakukan sejumlah aksi nyata berbasis literasi untuk menyadarkan masyarakat akan hal ini, termasuk terus menyosialisasikan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri. LSF juga bekerja sama dengan perusahaan bioskop di Indonesia untuk terus menyebarkan informasi kepada calon penonton terkait klasifikasi usia film. Hal ini termasuk memberikan tanda warna klasifikasi yang ditampilkan pada layar tempat pembelian tiket, yakni hijau untuk kategori semua umur, kuning untuk 13+, merah untuk 17+ dan hitam untuk 21+.
“Petugas tiketing juga menyosialisasikan kategorisasi usia tontonan, pendekatannya berbasis komunikasi persuasif dan terus dilakukan bila ada penonton yang memilih film tidak sesuai usia. Pun melakukan pendekatan terhadap penonton yang ngotot menonton film padahal tak sesuai usianya," tuturnya.(M-2)
Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri menjadi penting agar semakin banyak masyarakat yang menonton sesuai dengan klasifikasi usia.
Menggunakan model bisnis Business-to-Consumer (B2C), Sumbu Kakao menyasar UMKM kuliner berbasis arang dan rumah tangga.
Pengakuan pemerintah terhadap berbagai use case teknologi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan arsitektur sistem keuangan nasional.
Begitu juga di jalur penyeberangan laut Daratan Aceh-Pulau Simeulue, penyeberangan Singkil-Pulau Banyak dan Banda Aceh-Sabang.
Puluhan mahasiswa dari Universitas Almuslim turun langsung membantu masyarakat memulihkan sektor pertanian pascabencana banjir Aceh
ajang ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal serta mendorong kontribusi nyata generasi muda Buddhis bagi kedaulatan NKRI.
Tim Labmino merupakan delegasi dari Indonesia yang untuk pertama kali berhasil menembus jajaran Global Ambassador SFT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved