Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ALUMNI Idola Cilik, Bagas Ran, merilis mini album terbarunya bertajuk Atap Berteduh. Judul mini album tersebut diambil dari single yang telah dirilis pada Juli. Pada mini albumnya, penyanyi bernama asli Bagas Rahman ini membawa lima trek, berisi Atap Berteduh, Tempat Bersandar, Percaya Jarak, Sadar, dan Tuju.
Dirilis di bawah label Indo Semar Records, mini album tersebut diharapkan Bagas dapat mengingatkan pendengar bahwa cinta itu begitu indah, mampu membuat manusia merasa seakan dunia penuh dengan kebahagiaan. Di sisi lain, orang juga harus siap untuk menjadi tempat untuk bersandar bagi orang yang dicintai, serta menjaga hati di saat tidak bersama.
Namun, bukan saja tentang keindahan cinta, di mini album ini Bagas juga ingin berbicara tentang cinta yang terkadang bisa membuat bersedih. Juara Idola Cilik musim ke-4 ini pun berpesan agar pasangan dapat menjaga kekuatan cinta untuk sama-sama berjalan ke tempat yang dituju. Jika sudah menemukan orang yang tepat maka kita harus dapat menjadi ‘atap untuk berteduh’.
“Akhirnya di tahun ini aku bisa merilis mini album milikku. Rasanya senang sekali sekaligus tidak sabar untuk berbagi ke pendengar. Dalam mini albumku ini, ada satu lagu yang aku siapkan untuk kalian dengan nuansa yang sedikit berbeda, semoga pendengar suka,” ujar penyanyi berusia 24 tahun itu dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Selasa, (22/10).
Lagu-lagu yang ada di dalam album ini diciptakan oleh Bagas bersama Desmon Latif, Stefanus LJ dan Muhammad Pramudito. Selain itu, dalam produksinya Pramudito turut membantu sebagai produser bersama Stefanus LJ.
“Aku berharap pendengar suka dengan lagu-laguku, semoga apa yang sudah aku dan temanku buat ini bisa menghibur kalian dan menemani hari-hari kalian,” tutup Bagas. (M-1)
Perilisan pada 27 Februari ini akan dilakukan hanya beberapa minggu setelah penutupan tur dunia mereka, sebuah posisi strategis untuk memanfaatkan momentum tur.
Penyanyi asal Bangkok, Thailand, Phum Viphurit merilis mini album bertajuk Paul Vibhavadi Vol. 1.
Judul lagu dengan lirik berbahasa Sunda yang ditulis sang drummer Surya Fikri alias Kapten Kuya ini memiliki arti gagal bersambut.
SETELAH 17 tahun berkarya dan dikenal dengan karya baladanya, Afgan juga merilis dua mini album berbahasa Inggris yang kental dengan nuansa rnb dan pop berjudul Wallflower serta Sonder.
TRIO musik RAN, Rayi, Asta, dan Nino merilis mini album bertajuk RAN for Your Kids pada Selasa, (23/7). Dalam mini album tersebut, terdapat empat trek lagu
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Belum Siap Dewasa adalah lagu tentang perasaan takut tumbuh besar dan meninggalkan masa sekolah yang penuh tawa dan teman-teman.
Paa Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut.
PENYANYI muda Prince Poetiray berhasil menyabet penghargaan Pendatang Baru Terbaik Terbaik di AMI Awards 2025. Musisi berusia 11 tahun itu merebut penghargaan lewat lagu Selalu Ada di Nadimu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved