Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sukses membangun reputasi di kancah festival internasional dengan rekam jejak yang konsisten dan narasi keberhasilan yang menarik, Axean Festival 2024 kembali menargetkan prestasi tinggi dengan jajaran artis musik yang beragam dari Asia Tenggara dan sekitarnya. Bergabung dengan jajaran artis yang telah diumumkan sebelumnya, nama-nama seperti The Jansen, The Panturas, dan Navicula akan turut meramaikan gelaran konferensi musik tersebut.
Nama yang juga baru ditambahkan dalam daftar penampil lengkap Axean Festival 2024 adalah Assia Keva, Rafi Sudirman, Skandal, dan Spella Ruby dari Indonesia, Golden Mammoth, Lust, dan Zee Avi & The Good Things dari Malaysia, Mix Fenix dari Filipina, Blackarmatus X DJ Xulalit dari Thailand, dan Dattie Do dari Vietnam.
“Alasan kami ingin mengundang mereka, dan juga artis lokal populer lainnya di mana pun kami menyelenggarakan acara kami, adalah karena artis-artis berbakat ini mungkin besar di pasar lokal, tetapi bisa saja tidak dikenal oleh dunia. Kami percaya talenta lokal dapat mencapai audiens internasional jika mereka ditempatkan di depan orang-orang yang dapat membawa mereka ke pasar global,” jelas Piyapong Muenprasertdee, salah satu pendiri dan pemimpin tim Axean Festival melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (11/9).
Baca juga : Industri Musik di Kota Aceh Semakin Berkembang
“Dengan adanya local hero yang memimpin upaya ini, artis lokal kecil lainnya dapat memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk mengikuti jejak mereka, menghasilkan lebih banyak perhatian dari dunia terhadap musik di wilayah kami, mendorong titik kritis untuk menempatkan Asia Tenggara di peta musik global,” tambah Piyapong.
Tahun ini, Axean Festival juga kembali mendapat dukungan dari Taiwan Creative Content Agency (TAICCA). Mereka akan menghadirkan inisiatif pengembangan artis melalui Taiwan Beats Showcase. TAICCA juga akan menyelenggarakan acara jejaring untuk menghubungkan talenta-talenta Taiwan dengan tokoh-tokoh kunci di industri musik.
TAICCA juga membawa tiga talenta musik yang menjadi sorotan di Taiwan. The Chairs, band pemenang Golden Melody Awards (GMA), I'mdifficult, band pop eksperimental yang dikenal dengan suara 'sophisti-pop' mereka, dan duo The Dinosaur’s Skin.
Selain TAICCA, Tunecore (di bawah grup Believe), mitra pengembangan independen untuk artis yang merilis karya sendiri, juga kembali menjadi sponsor panggung Axean Festival untuk keempat kali perhelatan. Tahun ini, Tunecore menghadirkan TuneCore Village, panggung khusus yang menampilkan artis independen dari seluruh wilayah.
Axean Festival 2024 mengambil lokasi di Jimbaran Hub, Bali. Festival dan konferensi musik tersebut berlangsung pada 28-29 September 2024. Axean Festival diharapkan menjadi etalase bagi musisi di kawasan Asia Tenggara.(M-3)
INDONESIA Coruption Watch (ICW) dan Konsorsium Integritas meluncurkan album musik bertajuk Menenun Suara Timur dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).
Navicula dan Endah N Rhesa menampilkan suara hutan hujan tropis dan laut Indonesia di lagu Segara Gunung.
Vinyl milik Navicula itu memuat 14 lagu, termasuk di dalamnya 3 singles yang telah terbit sebelumnya dan telah dibuatkan video klip yang bisa dinikmati oleh publik di channel YouTube Navicula.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved