Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI dan produser multiplatinum asal Kanada, Elijah Woods, telah merilis single barunya Sunlight!, yang menjadi cuplikan dari EP barunya, Hey There Elijah, yang akan dirilis pada 27 September 2024.
Kental dengan energi bernuansa pop-rock, Sunlight! memiliki tempo serba upbeat yang menjadi kendaraan Woods untuk membahas topik-topik introspektif.
Di balik hook yang catchy dan ritme yang dinamis di lagu ini adalah cerita tentang mencari jawaban di tengah ketidakpastian. Penampilan vokal Woods membawa kita melewati perjalanan pencarian jati diri yang penuh tantangan.
Baca juga : Elijah Woods Bahas Kerinduan akan Masa Kecil di Single 2 Thousand 10
Sebuah lagu tentang terus bertahan dan mencari harapan di tengah masa tergelap kita, Sunlight! menjadi cuplikan dari nuansa musik yang akan elijah hadirkan di EP selanjutnya, Hey There Elijah.
Sebuah EP yang menampilkan enam lagu, Hey There Elijah menjadi jendela para penikmat musiknya untuk menelisik berbagai pengalaman hidup yang membentuk Woods selama beberapa tahun belakangan ini.
Woods berbagi tentang EP terbarunya, "Hey There Elijah adalah perpaduan dari berbagai emosi yang kemudian bertemu sebelum aku menginjak umur 30, dengan lirik-lirik introspektif tentang cinta, dan cerita-cerita pribadi, semuanya merangkum segala hal yang aku lewati dalam beberapa tahun terakhir ini. Bagiku, EP ini adalah usahaku untuk menjadi lebih dewasa," ungkap Woods.
Baca juga : Elijah Woods Proses Duka Kehilangan Teman Lewat EP Silver Lining
Menyatukan ruang musik pop yang nostaljik dengan sentuhan indie-rock, EP baru Woods dipastikan menjadi penjelajahan akan kompleksinya hidup ini, dikemas dengan sound yang terdengar familiar, namun juga baru secara bersamaan.
Single baru Woods dirilis setelah kesuksesan single 2 thousand 10, yang ia rilis Juli lalu dan setelah kesuksesan tur Asia pertama Woods yang digelar selama Mei lalu, yang mengunjungi Jakarta, dengan Woods menjadi musisi pembuka konser Niall Horan.
Tur Woods tersebut turut mengunjungi Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, Hong Kong, Tokyo, Singapura, dan Seoul, saat ia tampil di Seoul Jazz Festival dan berbagi panggung dengan Lauv, Jeremy Zucker, dan JP Saxe.
Baca juga : Hajumari, Ajakan Hidup Bersih dan Berbuat Baik dari Ambarila
Saat ini, Indonesia duduk di peringkat ke-4 dalam daftar negara-negara yang paling sering mendengarkan musik Woods.
Dikenal lewat melodi-melodi yang serba catchy, kemampuan storytelling-nya yang piawai, dan produksi musik yang prima, Woods telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu solois baru di dunia pop yang namanya paling dibicarakan saat ini secara global, selain menjadi musisi kolaborator yang paling dicari-cari oleh musisi lain.
Dengan lebih dari 1 miliar stream untuk seluruh katalog musiknya, Woods merupakan bukti nyata bahwa ia dapat menggapai semua impiannya sebagai seorang musisi independen. Dengan beragam sertifikasi platinum dan gold untuk lagu-lagunya, dengan 4 nominasi JUNO Awards, dan sebuah piala SOCAN 2022 Pop Award, Woods adalah seorang musisi yang siap menaklukan dunia. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved