Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI dan produser multiplatinum asal Kanada, Elijah Woods, telah merilis single barunya Sunlight!, yang menjadi cuplikan dari EP barunya, Hey There Elijah, yang akan dirilis pada 27 September 2024.
Kental dengan energi bernuansa pop-rock, Sunlight! memiliki tempo serba upbeat yang menjadi kendaraan Woods untuk membahas topik-topik introspektif.
Di balik hook yang catchy dan ritme yang dinamis di lagu ini adalah cerita tentang mencari jawaban di tengah ketidakpastian. Penampilan vokal Woods membawa kita melewati perjalanan pencarian jati diri yang penuh tantangan.
Baca juga : Elijah Woods Bahas Kerinduan akan Masa Kecil di Single 2 Thousand 10
Sebuah lagu tentang terus bertahan dan mencari harapan di tengah masa tergelap kita, Sunlight! menjadi cuplikan dari nuansa musik yang akan elijah hadirkan di EP selanjutnya, Hey There Elijah.
Sebuah EP yang menampilkan enam lagu, Hey There Elijah menjadi jendela para penikmat musiknya untuk menelisik berbagai pengalaman hidup yang membentuk Woods selama beberapa tahun belakangan ini.
Woods berbagi tentang EP terbarunya, "Hey There Elijah adalah perpaduan dari berbagai emosi yang kemudian bertemu sebelum aku menginjak umur 30, dengan lirik-lirik introspektif tentang cinta, dan cerita-cerita pribadi, semuanya merangkum segala hal yang aku lewati dalam beberapa tahun terakhir ini. Bagiku, EP ini adalah usahaku untuk menjadi lebih dewasa," ungkap Woods.
Baca juga : Elijah Woods Proses Duka Kehilangan Teman Lewat EP Silver Lining
Menyatukan ruang musik pop yang nostaljik dengan sentuhan indie-rock, EP baru Woods dipastikan menjadi penjelajahan akan kompleksinya hidup ini, dikemas dengan sound yang terdengar familiar, namun juga baru secara bersamaan.
Single baru Woods dirilis setelah kesuksesan single 2 thousand 10, yang ia rilis Juli lalu dan setelah kesuksesan tur Asia pertama Woods yang digelar selama Mei lalu, yang mengunjungi Jakarta, dengan Woods menjadi musisi pembuka konser Niall Horan.
Tur Woods tersebut turut mengunjungi Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, Hong Kong, Tokyo, Singapura, dan Seoul, saat ia tampil di Seoul Jazz Festival dan berbagi panggung dengan Lauv, Jeremy Zucker, dan JP Saxe.
Baca juga : Hajumari, Ajakan Hidup Bersih dan Berbuat Baik dari Ambarila
Saat ini, Indonesia duduk di peringkat ke-4 dalam daftar negara-negara yang paling sering mendengarkan musik Woods.
Dikenal lewat melodi-melodi yang serba catchy, kemampuan storytelling-nya yang piawai, dan produksi musik yang prima, Woods telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu solois baru di dunia pop yang namanya paling dibicarakan saat ini secara global, selain menjadi musisi kolaborator yang paling dicari-cari oleh musisi lain.
Dengan lebih dari 1 miliar stream untuk seluruh katalog musiknya, Woods merupakan bukti nyata bahwa ia dapat menggapai semua impiannya sebagai seorang musisi independen. Dengan beragam sertifikasi platinum dan gold untuk lagu-lagunya, dengan 4 nominasi JUNO Awards, dan sebuah piala SOCAN 2022 Pop Award, Woods adalah seorang musisi yang siap menaklukan dunia. (Z-1)
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved