Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG musik terbaru Singapura, Josh Makazo, Jumat (6/9), merilis single terbarunya yang berjudul Belong To You lewat No Saints Allowed. Single itu dirilis sebelum konser perdananya di Singapura, yang akan digelar pada 18 Oktober 2024.
Sebuah lagu yang penuh rasa kepedihan dan momen introspeksi akibat pengkhianatan pasangannya, Belong To You uniknya menampilkan melodi-melodi yang bersemangat dan catchy.
Namun, semua itu hanyalah lapisan permukaan dari karya terbaru Makazo. Di bawahnya terdapat narasi penuh rasa sakit hati dan kebingungan yang hadir setelah Makazo mencoba untuk mencari jawaban seraya ia memahami apa yang telah terjadi.
Baca juga : Josh Makazo Hadirkan Perjalanan Sinematik Lewat Single Hours
Terkait inspirasi di balik lagu barunya, Makazo mengatakan, "Belong To You mengambil inspirasi dari pengalaman pribadiku dengan seseorang yang tidak setia. Lirik-lirik lagu ini membahas tentang hal itu namun sengaja dibalut dengan melodi-melodi yang uplifting dan tempo yang upbeat sebagai metafora akan fasad bahagia yang aku tunjukkan selama ini."
Musik Makazo penuh dengan kejujuran dan merangkum kompleksitas emosi manusia, semuanya dikemas dengan format musik bergenre pop.
Lagu Belong To You adalah bukti dari kemampuannya untuk memadukan berbagai emosi dengan ruang musik pop yang dapat menyihir semua pendengarnya dengan melodi-melodi yang catchy, namun tetap reflektif.
Baca juga : Kolaborasi GUT Orchestra dan Kunto Aji Daur Ulang Pilu Membiru
"Salah satu perasaan yang aku simpan cukup lama di diriku adalah rasa bingung, namun kemudian hal itu menghilang setelah aku menerima realita ini. Aku kemudian perlahan keluar dari "dunia" yang aku dan pasanganku dulu miliki, dan aku pun sadar bahwa semuanya hancur saat aku berdamai dengan kenyataan. Rasa penerimaan tersebut sangat penting bagiku sampai aku ingin mengungkapkannya dalam sebuah lagu. Aku ingin pendengar musikku merasakan momen reflektif yang aku rasakan. Kompleksitas permainan saksofon solo di bagian akhir di atas banyak elemen lainnya mewakili rasa histeria akan berbagai perasaan yang aku alami," papar Makazo.
Makazo mengumumkan solo konser perdananya bertajuk 'BEFORE I SEE: Josh Makazo's First Headline Show' yang akan digelar pada 18 Oktober di Esplanade Annexe Studio di Singapura.
Seminggu sebelum konser solo perdananya, Makazo dijadwalkan merilis EP barunya, Before I See, yang akan menjadi cuplikan dari album keduanya, Ultraviolet.
Baca juga : Sabrina Carpenter Rilis Video Musik Single Taste
Makazo akan membawakan single-single hitnya dengan arrangement yang serba fresh, mulai dari Half of My Heart hingga Eclipse serta lagu-lagu di album perdananya Gradient dan lagu-lagu di EP Before I See.
Selain itu, Makazo dijadwalkan tampil di Indonesia untuk pertama kalinya, tepatnya di AXEAN Festival 2024 yang akan digelar pada 28 dan 29 Oktober mendatang di Jimbaran Hub, Bali.
Ia akan berbagi panggung dengan banyak musisi Asia Tenggara lainnya, termasuk dari Indonesia, seperti The Jansen, The Panturas, Navicula, dialog dini hari, Grrrl Gang, dan masih banyak lagi. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved