Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KATHMANDU, unit pop rock asal Jakarta yang digawangi Basil Sini dan Marco Hafiedz, kembali dengan rilisan terbaru mereka berjudul Letter. Lagu ini merupakan sebuah karya Brit Rock yang dihiasi dengan permainan saxophone manis dari musisi muda berbakat, Rafi Sudirman, yang menambahkan sentuhan saxophone yang manis pada lagu ini.
"Letter lebih dari sekadar lagu. Ini adalah pesan penuh harap dari Kathmandu untuk semua anak muda yang merasa telah 'kalah' oleh kehidupan atau yang pernah merasakan kegagalan." ujar Kathmandu dalam keterangan resmi.
Melalui lirik dan melodi yang menyentuh, Kathmandu ingin mengingatkan para pendengarnya bahwa hidup harus terus dijalani, meskipun dalam momen-momen sulit.
Baca juga : Jordan Astra Rilis Single Sunrise Roulette
Pertemuan spontan antara Marco Hafiedz, salah satu personel Kathmandu, dan Rafi di daerah Kemang, beberapa waktu lalu menjadi awal dari kolaborasi ini.
Dengan antusias, Rafi menerima ajakan Marco untuk mengisi saxophone dalam Letter. Hasilnya, sebuah karya Brit Rock yang memadukan kekuatan lirik penuh harap dari Kathmandu dengan melodi saxophone yang menghanyutkan.
Letter ditulis oleh Marco Hafiedz dan Basil Sini, yang kemudian diproduksi bersama Ridho Hafiedz.
Letter merupakan pesan penyemangat bagi generasi muda yang pernah merasa gagal, mengingatkan mereka untuk terus berjuang dalam menjalani kehidupan.
Mulai 28 Juli 2024, Letter sudah bisa didengarkan di semua platform streaming digital. Lagu ini membawa pesan yang penuh makna, disampaikan melalui aransemen musik yang dipoles dengan apik, serta kolaborasi yang mengesankan yang menambah kekuatan pesan tersebut. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved