Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP band rock legendaris Firehouse akan menggelar konser di Jakarta, tepatnya di The Kasablanka Hall, Jumat (18/3). Tiketnya sudah bisa Anda dapatkan mulai Jumat (23/8) pukul 11.59 WIB.
Managing Director Color Asia Live, promotor yang mendatangkan Firehouse, David Ananda mengatakan, “Generasi ’90-an dijamin pasti tahu lagu-lagu besutan grup band rock FireHouse seperti Love of a Lifetime, When I Look into Your Eyes, I Live My Life For You, dan Here for You. Kesuksesan FireHouse sebagai sebuah band rock sangat menginspirasi. Karena itulah kami ingin mengajak para fans untuk bernostalgia dan bernyanyi bersama band rock idola remaja ’90-an ini. Kami yakin, sudah banyak juga fans yang menantikan mereka untuk manggung kembali bersama Nate Peck, yang dipilih sebagai vokalis sepeninggal CJ Snare.”
Selain itu, kata David Ananda, sudah lebih dari satu dekade atau lebih dari 10 tahun FireHouse tidak pernah datang ke Indonesia. Padahal di masa lalu, FireHouse adalah salah satu grup band luar negeri yang banyak menggelar konser di kota-kota di Indonesia.
Baca juga : Rindu Panggung, Para Musikus ini Ngamen di Etalase Toko
Terakhir kali mereka manggung pada 2013 di Bali dan Medan.
MI/HO
Color Asia Live sudah berusaha mendatangkan FireHouse sejak dua tahun lalu namun masih belum bisa karena alasan kesehatan CJ Snare yang kurang prima untuk bisa tur di luar Amerika.
Baca juga : Mick Jagger Baca Puisi di Ulang Tahun Royal Albert Hall
“Kami sangat berduka atas kepulangan CJ Snare ke pangkuan Bapa di Surga pada April 2024 lalu. Oleh karena itu, kami, selaku perwakilan promotor Color Asia Live dan semua fans FireHouse, ingin memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang CJ Snare dengan menggelar konser FireHouse pada tahun ini juga di Indonesia. Nanti sebelum konser dimulai, kami akan mengajak fans untuk mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang mendiang CJ Snare dan sumbangsihnya bagi pecinta musik FireHouse,” tegas David Ananda.
FireHouse telah berkiprah selama lebih dari tiga dekade. Musik mereka telah membawa mereka ke seluruh dunia dan telah menghasilkan sejumlah penghargaan emas, platinum, dan multi-platinum di Amerika Serikat dan luar negeri.
Karier mereka dimulai pada 1990 dengan merilis album debut mereka yang berjudul FireHouse di Epic Records.
Baca juga : Jogja Music Week Janjikan Kesegaran Baru Para Penampil
Single pertama yang dirilis band ini di radio metal, Shake & Tumble, meraih kesuksesan yang mengesankan, terjual lebih dari 100.000 kopi dalam waktu singkat.
Band ini kemudian merilis Don't Treat Me Bad, yang menjadi hit Top Ten pertama mereka. Kemudian diikuti dengan Love of a Lifetime, yang juga masuk dalam Top Ten, mencapai posisi #3 di tangga lagu Amerika Serikat dan dianugerahi sebagai “Lagu Pernikahan Tahun Ini” oleh Majalah Bridal.
Hingga saat ini, FireHouse telah merilis 9 album dan menjual lebih dari 7 juta keping rekaman di seluruh dunia.
Baca juga : Setelah 29 Tahun, Green Day Konser Lagi di Jakarta
Mereka telah menjadi bagian dari kompilasi yang tak terhitung jumlahnya seperti Monster Ballads, yang terjual lebih dari 1 juta kopi di AS.
Mereka telah berbagi panggung dengan beberapa nama besar dalam dunia musik, dan beberapa lagu FireHouse telah ditampilkan dalam acara TV dan film.
Pada 2008, Don't Walk Away ditampilkan dalam film The Wrestler, dan pada 2022, Don't Treat Me Bad ditampilkan dalam serial populer HBO, Peacemaker.
Setelah CJ Snare meninggal dunia, Nate Peck diumumkan sebagai vokalis baru band ini pada Mei 2024.
Dengan restu dari CJ, ia telah mengisi posisi tersebut sejak Oktober 2023 saat CJ dalam masa pemulihan dari operasi.
Nate adalah seorang fenomenal dalam bidang vokal yang menarik perhatian AS setelah menerima “Golden Ticket” di American Idol pada Maret 2023.
Dia telah mendapatkan dukungan dan persetujuan yang tak tergoyahkan dari seluruh basis penggemar FireHouse.
Tiket untuk konser Firehouse dijual mulai dari harga Rp625 ribu hingga yang termahal seharga Rp2.100.000. Harga itu belum termasuk government tax 10% dan admin fee 10%. (Z-1)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Konser ini bagian rangkaian Gems World Tour 2026 yang menyambangi 21 kota dunia sebelum ditutup di Amsterdam, Belanda.
Di tengah konser Mayhem Ball di Tokyo, Lady Gaga sampaikan pidato emosional mengecam tindakan ICE terhadap imigran di Amerika Serikat dan menyerukan perdamaian.
Selama lebih dari tiga dekade berkiprah, Papa Roach dikenal sebagai band yang mampu mempertahankan relevansinya di tengah perubahan tren musik global.
Jakarta Concert Orchestra (JCO) kembali membuktikan daya tarik musik anime di panggung orkestra melalui konser bertajuk an Anime Symphony: Re-Awakening.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved