Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ADRIAN Khalif merilis dua single sekaligus, Maling dan Sekarang. Lagu tersebut menggambarkan dua cerita berbeda dari persepsi orang yang sedang jatuh cinta.
Dua lagu ini juga menjadi pengantar bagi Adrian sebelum merilis album keduanya. Adrian sebelumnya sudah merilis album debut Embrace, Embrace pada 2019 dan mini album Menawan.
"Lagu Maling itu lagu bucin kedua gue setelah Menawan. Intinya sosok kekasihnya ini sudah jadi 'pencuri' hati. Kaya di lagunya ada lirik 'mengendap bagai maling, kau curi habis semua perhatian'," kata Adrian.
Baca juga : Sambut HUT Ke-79 RI, Chelsea Felicia Rilis Single I Love Indonesia
"Waktu bikin lagu ini, inspirasi terbesarnya sih karena gue mau bikin lagu yang sound-nya very R&B di antara lagu-lagu pop lainnya nanti di album kedua gue. Kalau buat judul, kita mau yang nyeleneh lagi aja sih, dan kebetulan sudah ada kata 'maling' juga di lagunya. Jadilah judulnya itu," lanjutnya.
Sementara lagu Sekarang menceritakan tentang seseorang yang sedang jatuh cinta dan ingin segera memiliki orang yang dicintainya itu, meskipun masih bergulat dengan trauma masa lalu.
Namun, ketakutan dan keraguan dari trauma tersebut tidak menghentikannya untuk ingin bersama dengan orang yang disayanginya itu.
Baca juga : Sisca Saras Rilis Single Solo Terbawa Suasana
"Sangat antusias untuk albumku selanjutnya. Deg-degan, tapi semangat, tapi takut juga, campur aduk sih rasanya. Kenapa akhirnya rilis dua single sebelum album itu karena gue sama A&R gue, Iqbal Siregar dari tim label, sempat bingung antara dua pilihan lagu ini, antara Maling atau Sekarang. Terus akhirnya kita pikir, ya sudah dua-duanya sajalah menuju album kedua, terus lucu juga ya kayaknya kalau kita namain dua lagu sebelum album dua," jelasnya.
Adrian Khalif memulai karier bermusik sejak 2017 lewat single pertamanya berjudul Made In Jakarta. Lagu-lagunya pernah meraih nominasi AMI Awards dalam kategori R&B/Rap/Hip Hop.
Salah satu lagunya berjudul Flawless/Merona pernah mengantarkannya menjadi pemenang penghargaan Anugerah Planet Muzik Singapore 2018 dalam kategori 'The Best New Male Singer Of The Year'.
Pada 2024, lagunya yang berjudul Sialan bersama Juicy Luicy berhasil menempati #1 pada chart Top 50 Songs Indonesia di Spotify.
"Setelah penantian panjangnya akhirnya potensi Adrian dilihat juga sama masyarakat Indonesia. Sejak awal kami signed Adrian, kami punya kepercayaan kuat soal potensi Adrian dengan suara dan musik yang khas, yang not many people can do. Harapan kami untuk upcoming album ini juga mendapat apresiasi yang tepat selayaknya lagu Sialan yang disambut baik sama para penikmat musik," tutup CEO dari E-Motion Entertainment Arnold Limasnax. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved