Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ADRIAN Khalif merilis dua single sekaligus, Maling dan Sekarang. Lagu tersebut menggambarkan dua cerita berbeda dari persepsi orang yang sedang jatuh cinta.
Dua lagu ini juga menjadi pengantar bagi Adrian sebelum merilis album keduanya. Adrian sebelumnya sudah merilis album debut Embrace, Embrace pada 2019 dan mini album Menawan.
"Lagu Maling itu lagu bucin kedua gue setelah Menawan. Intinya sosok kekasihnya ini sudah jadi 'pencuri' hati. Kaya di lagunya ada lirik 'mengendap bagai maling, kau curi habis semua perhatian'," kata Adrian.
Baca juga : Sambut HUT Ke-79 RI, Chelsea Felicia Rilis Single I Love Indonesia
"Waktu bikin lagu ini, inspirasi terbesarnya sih karena gue mau bikin lagu yang sound-nya very R&B di antara lagu-lagu pop lainnya nanti di album kedua gue. Kalau buat judul, kita mau yang nyeleneh lagi aja sih, dan kebetulan sudah ada kata 'maling' juga di lagunya. Jadilah judulnya itu," lanjutnya.
Sementara lagu Sekarang menceritakan tentang seseorang yang sedang jatuh cinta dan ingin segera memiliki orang yang dicintainya itu, meskipun masih bergulat dengan trauma masa lalu.
Namun, ketakutan dan keraguan dari trauma tersebut tidak menghentikannya untuk ingin bersama dengan orang yang disayanginya itu.
Baca juga : Sisca Saras Rilis Single Solo Terbawa Suasana
"Sangat antusias untuk albumku selanjutnya. Deg-degan, tapi semangat, tapi takut juga, campur aduk sih rasanya. Kenapa akhirnya rilis dua single sebelum album itu karena gue sama A&R gue, Iqbal Siregar dari tim label, sempat bingung antara dua pilihan lagu ini, antara Maling atau Sekarang. Terus akhirnya kita pikir, ya sudah dua-duanya sajalah menuju album kedua, terus lucu juga ya kayaknya kalau kita namain dua lagu sebelum album dua," jelasnya.
Adrian Khalif memulai karier bermusik sejak 2017 lewat single pertamanya berjudul Made In Jakarta. Lagu-lagunya pernah meraih nominasi AMI Awards dalam kategori R&B/Rap/Hip Hop.
Salah satu lagunya berjudul Flawless/Merona pernah mengantarkannya menjadi pemenang penghargaan Anugerah Planet Muzik Singapore 2018 dalam kategori 'The Best New Male Singer Of The Year'.
Pada 2024, lagunya yang berjudul Sialan bersama Juicy Luicy berhasil menempati #1 pada chart Top 50 Songs Indonesia di Spotify.
"Setelah penantian panjangnya akhirnya potensi Adrian dilihat juga sama masyarakat Indonesia. Sejak awal kami signed Adrian, kami punya kepercayaan kuat soal potensi Adrian dengan suara dan musik yang khas, yang not many people can do. Harapan kami untuk upcoming album ini juga mendapat apresiasi yang tepat selayaknya lagu Sialan yang disambut baik sama para penikmat musik," tutup CEO dari E-Motion Entertainment Arnold Limasnax. (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved