Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MELANIE Subono hadir dengan format baru. Kali ini, ia menggandeng musisi-musisi yang sudah cukup kawakan sebagai additional musisi dan membentuk band, Melanie and PPK, yang ikut meramaikan musik indonesia dengan format yang cukup unik.
Jangan ditanya apa arti dari PPK karena mereka yang menggawanginya pun tidak tahu. Band ini dilengkapi formasi Melanie (vocal), Hamid Alatas (keyboard), Andreas Ponda (saxophone), Javier Aswebert (gitar), Freed Gasa (bass), dan Yudha Pratama (drum).
Mereka semua biasa memperkuat posisi musisi tambahan di band-band lain. Tapi kini mereka semua memiliki peran penting dalam Melanie and PPK.
Baca juga : Hamid Alatas Gandeng Melanie Subono, Gugun Blues Shelter, Angga, dan Refki Rilis Single Standing Still
Ini adalah band pertama yang diambil rumah produksi studio SiMima yang juga ditenggarai Melanie dan Hamid.
"PPK ini dibentuk dari iseng. Di band lain mereka cuma additional, tapi di sini kita semua player tetap. Tadinya kita cuma bikin-bikin konten doang buat YouTube tapi lalu berlanjut serius," cerita Melanie.
Single perdana yang mereka rilis adalah lagu recycle Sedap Betul, yang merupakan lagu ciptaan Timur Priyono dan dipopulerkan Dapur 61 pada 1984 silam.
Baca juga : Sabrina Eben Rilis Single Ayah
Meski boleh dibilang lagu lawas, lirik dari lagu ini masih sangat berhubungan dengan kehidupan masa kini. Aransemen baru dan sentuhan Melanie and PPK membuat lagu ini terasa lebih berbeda.
"Karakteristik kita yang berbeda adalah membuat sesuatu dengan kemasan baru. Budaya menjadi salah satu titik penting dalam karya kami. Kami membawakan lagu-lagu daerah dengan komposisi musik baru misalkan rock atau reggae, biar bisa memeluk masyarakat sekitar," jelas Melanie.
Setelah Sedap Betul, Melanie and PPK sudah menyiapkan satu lagu lain ciptaan sendiri sebagai single selanjutnya. Harapannya single ini bisa menjadi perkenalan yang manis bersama Melanie and PPK.
Sedap Betul versi Melanie and PPK sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved