Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KESUKSESAN Atelier Riri dalam menggelar pameran perdananya di Kopi Kalyan, Tokyo, Jepang, berjudul More or Less, mendorong pameran ini digelar di Jakarta.
Pameran yang berlangsung di Kopi Kalyan Menteng, Jakarta, ini dibuka pada Jumat (19/7) ditandai lewat acara Grand Opening and VIP Viewing. Pameran ini dapat dinikmati masyarakat umum sampai 16 Agustus.
Sebelumnya, pameran berjudul 'More or Less' digelar di Tokyo, Jepang, pada 17-26 Mei lalu. Pameran mendapatkan antusiasme cukup tinggi khususnya dari warga lokal Jepang.
Baca juga : Atelier Riri Bawa Pengalaman dari Jepang ke Jakarta
Pameran yang berlangsung selama 10 hari tersebut berhasil membawa dan menampilkan warisan budaya dan arsitektur Indonesia melalui pendekatan desain arsitektur karya Atelier Riri. Dari pameran tersebut pun terjalin koneksi dengan komunitas arsitektur dan desain, mulai dari praktisi lokal hingga global.
"Pengalaman dan cerita dari pameran itu kami bawa kembali ke Tanah Air sebagai kelanjutan dari More or Less Jepang. Pameran kedua ini bakal berjalan satu bulan di kedai kopi sama seperti di Jepang yaitu Kopi Kalyan yang merupakan salah satu kolaborator pameran More or Less dan menjadi wisata menarik untuk bisa dinikmati oleh design enthusiast di seluruh Indonesia," ungkap Atelier Riri.
Dia menjelaskan tak hanya lokasi yang sama, konsep yang diusung pada pameran More or Less Jakarta ini juga merupakan konsep keberlanjutan yang diaplikasikan kembali. Di antaranya lewat penggunaan material yakni Atelier Riri memilih bahan ringan dan mudah dibawa, sehingga kain, kayu, dan anyaman rotan menjadi media utama pameran ini.
Baca juga : Menparekraf Kunjungi Rumah dalam Pusat Perbelanjaan milik Arief Muhammad
Kain-kain yang digantung pada kayu tidak hanya menciptakan intervensi spasial di kedai kopi, tapi juga meningkatkan suasana ruang di pameran. Karena itulah, konsep Spatial Intervention menjadi tema yang diangkat dalam penyajian karya pada pameran More or Less Jepang dan Jakarta.
“Kami ingin memberikan sensasi dan cerita pengalaman di Jepang, lewat pameran More or Less kedua ini, lewat penyajian yang semirip mungkin, sehingga penikmat yang hadir bisa merasakan euforia sama ketika kami berpameran di Jepang,” ujar Riri Yakub, Arsitek Prinsipal Atelier Riri.
Ia berharap pameran ini bisa memberikan inspirasi lebih dalam mengenai arsitektur, budaya, dan pengalaman bagi semua insan kreatif. "Bagi kawan-kawan di Indonesia dan khususnya di Jakarta, kalian dapat mengunjungi More/Less Exhibition Jakarta dan menikmati kopi sekaligus merasakan pengalaman dan cerita pameran intervensi ruang di Jepang, yang hadir di Jakarta," pungkas Riri.
DALAM dunia arsitektur yang sering kali penuh tantangan, kisah Atelier Riri menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar bisa dimulai dari ruang kecil.
Nilai paling fundamental dari kualitas arsitektur dan desain interior adalah keselamatan.
Arsitektur adalah gabungan seni dan ilmu yang menghadirkan ruang untuk kehidupan manusia. Setiap desain bangunan bukan hanya soal estetika.
Seluruh facade restoran ini dilapisi dengan panel anyaman custom dari Zimmer, membentuk pola geometris yang tidak hanya estetik, tetapi juga fungsional.
Perusahaan desain interior dan arsitektur Lifetime Design menggelar acara Media Luncheon di salah satu proyek rumah tinggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
CTBUH 2025 Indonesia Conference menampilkan lima sesi tematik mulai dari Resilient Urban Futures in Indonesia hingga Advanced Technologies in High Rise Buildings.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan Good Design Indonesia (GDI) 2025 sebagai bentuk apresiasi negara terhadap produk dan karya desain terbaik.
Apa yang akan kamu lakukan pada gantungan baju yang sudah usang atau kursi plastik yang tak lagi terpakai karena sudah punya yang baru?
Ekraf Design Festival 2025 berlangsung mulai hari ini, Selasa (2/12) hingga Kamis (4/12).
Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang adu kreativitas, tetapi juga wadah bagi peserta untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai tantangan masa kini.
Pada riset ViSenze mencatat, 75% konsumen e-commerce mengaku dipengaruhi visual produk dalam mengambil keputusan membeli.
Setiap karya merepresentasikan perjalanan kolaborasi dan eksplorasi desain khas Indonesia, dari awal 2007 hingga kolaborasi terbaru pada 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved