Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
LUNA Maya dan Maxime Bouttier bakal beradu akting di film Gundik. Bisa bermain film dengan kekasih sendiri tentu membuat Luna dan Maxime sama-sama antusias.
"Sebelum bersama kami adalah film maker. Jadi ketika mendapat kesempatan dalam produksi satu judul tentu kami antusias," kata Luna Maya di Jakarta.
Bagi Maxime, selain bisa bermain dengan sang kekasih, dia juga antusias karena bekerja sama dengan Anggy Umbara, yang duduk di kursi sutradara.
Baca juga : Ini 2 Film yang Dibintangi Kimberly Ryder dan Edward Akbar
Ini juga menjadi film Indonesia terbaru bagi Maxime setelah sempat terlibat film Hollywood, Ticket to Paradise.
"Ini feature film pertama yang akan tayang di layar lebar setelah Ticket to Paradise. Makin antusias untuk balik ke layar lebar Indonesia karena bekerja sama dengan Sutradara Anggy Umbara adalah sesuatu yang saya ingin lakukan dari lama," kata Maxime.
"Apalagi ceritanya sangat menarik, bukan cuma horor belaka. Tapi film ini komplit ada cinta, drama keluarga, komedi, hingga gore dan teror, yang tidak ada habisnya" lanjutnya.
Baca juga : Reza Rahadian Ubah Penampilan Demi Film Gowok Kamasutra Jawa
Selain Luna Maya dan Maxime Bouttier, film Gundik dibintangi Agus Kuncoro, Ratu Sofya, Rukman Rosadi, Dian Sidik, Arif Didu, Tyo Pakusadewo, Ence Bagus, Yati Surachman, dan Cornelio Sunny.
Penulis dan Sutradara Anggy Umbara juga menduduki kursi produser bersama Indah Destriana. Ide dasar film berasal dari cerita urban legend yang masih sangat relevan pada keadaan zaman Sekarang.
"Manusia kadang bersedia melakukan apa saja, bahkan menghilangkan sisi kemanusiaan di dalam dirinya, demi bisa mendapatkan jabatan, kekuasaan, dan kekayaan. Lalu saya satukan dengan kisah Gundik yang menjadi simbol kesuksesan masa lampau, karena hanya yang punya banyak harta dan kuasa bisa memiliki gundik," jelas Anggy.
Proses syuting film Gundik akan dilaksanakan pada Juli hingga Agustus dengan mengambil lokasi di Jabodetabek seperti kawasan pantai sekitar Jawa Barat. Gundik bukan cuma simbol kecantikan wanita saja, tapi juga simbol dari kekuatan dan perlawanan terhadap penjajahan.
"Setiap karakter memiliki keserakahannya masing-masing. Kadarnya berbeda, dampak keserakahan pun berbeda. Ini yang membuat kami tertarik untuk mendukung Anggy membuat film Gundik," kata Associate Producer, Shankar R. (Z-1)
Trailer film Para Perasuk menampilkan dunia yang lebih luas yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukannya.
Film Tunggu Aku Sukses Nanti membawa premis yang cukup menarik dan spesifik tentang perkumpulan keluarga besar pada saat Lebaran.
Diperankan oleh Sarah Sechan, Tante Yuli dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu karakter yang meninggalkan impresi kuat semenjak muncul dalam cuplikan film tersebut.
Dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti, Ardit Erwandha berhasil mendapatkan peran utama sebagai Arga, sosok anak laki-laki yang kerap dibandingkan dengan sepupu-sepupunya.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Diperankan oleh Sarah Sechan, Tante Yuli dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu karakter yang meninggalkan impresi kuat semenjak muncul dalam cuplikan film tersebut.
Dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti, Ardit Erwandha berhasil mendapatkan peran utama sebagai Arga, sosok anak laki-laki yang kerap dibandingkan dengan sepupu-sepupunya.
Pernyataan Timothee Chalamet tersebut dengan cepat memicu reaksi dari berbagai penjuru, mulai dari penyanyi opera hingga koreografer internasional.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved