Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA sensasi musik pop, yaitu Alexander 23, Jeremy Zucker, dan Lauv, berkolaborasi di lagu berjudul Cozy. Nuansa musik yang serba dinamis memamerkan sound dan identitas mereka masing-masing, seraya mereka bernyanyi tentang rasa nyaman yang hadir antara kita dan orang yang kita sukai.
Single Cozy dirilis menjelang tur Asia Alexander 23, American Boy in Asia Tour, yang akan mengunjungi beberapa kota besar di Asia termasuk Tokyo, Singapura, dan Kuala Lumpur sepanjang Juni 2024.
Tentang single Cozy, Alexander 23 berbagi, "Mengerjakan lagu Cozy bersama Jeremy dan Ari adalah salah satu momen terfavoritku yang pernah aku habiskan di studio. Sudah cukup lama kami membahas tentang membuat musik bersama, bertahun-tahun tepatnya, dan saat akhirnya terjadi, hasilnya sangat magis! Kami menulis lagu ini cukup cepat, Ari kemudian tidur, sementara aku dan Jeremy merekam bagian gitarnya."
Baca juga : Lauv Rilis Single Potential
Terinspirasi dari film Step Brothers, video klip Cozy mengajak para penggemar melihat keseruan sleepover Alexander 23, Jeremy Zucker, dan Lauv.
Baca juga : Single One Bad Day Jadi Pembuka Album Baru Pamungkas
Momen-momen serba seru di video Cozy memamerkan keakraban ketiganya, seperti saat mereka saling menyisir rambut satu sama lain, berkaraoke, pillow fight, hingga berjoget seru.
Alexander 23 melakukan debut pada 2019 lewat single Dirty AF1s, yang merajai sejumlah tangga lagu streaming.
Ia kemudian merilis EP I'm Sorry I Love You di tahun yang sama dan menjalani tur bersama Alec Benjamin dan Omar Apollo.
Baca juga : AldiTama Ungkap Cinta pada Anak Perempuannya Lewat Alana (Gengam Tanganku)
Pada 2020, tiket tur perdananya habis terjual dan ia sukses mendapatkan sertifikasi Platinum untuk single IDK You Yet, yang telah mengumpulkan lebih dari 400 juta stream di Spotify.
Alexander 23 mendapatkan nominasi penghargaan Grammy untuk single Good 4 u dari Olivia Rodrigo yang ia produseri.
Album perdana Alexander 23, Aftershock, dirilis pada 2022 setelah ia menjadi musisi pembuka tur Sob Rock milik John Mayer. Alexander 23 juga duduk di kursi produser eksekutif untuk album Snow Angel dari Renee Rapp yang dirilis pada musim panas 2023.
Indonesia masuk ke jajaran negara-negara di dunia yang paling sering memainkan musik Alexander 23. Alexander 23 tampil di Indonesia di gelaran festival musik We The Fest 2023 yang juga menampilkan Sabrina Carpenter, Daniel Caesar, The Kid Laroi, dan The Strokes. (RO/Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved