Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH kembali dengan lagu lepasan (single) berjudul i really do love her pada Februari, Arash Buana meneruskan perjalanan menuju album baru lewat perilisan lagu lepasan terbaru berjudul friends. Cerita dalam lagu friends mengambil tema tentang krisis seperempat abad yang menurut Arash banyak dialami oleh orang, termasuk dirinya. Ia sempat merasa kesepian, panik, dan mempertanyakan diri sendiri hingga tersadar untuk bisa melakukan perubahan.
Dalam lagu barunya itu, Arash menyelipkan kata Mei. Baginya, Mei menjadi bulan terbaik, setelah periode Januari–April disebutnya sebagai waktu yang buruk.
“Lagu friends diartikan sebagai pertemanan, persahabatan, pacaran atau mungkin apa. Gue cuma enggak mau merasa sendiri lagi. Itu sih inti dari lagu friends. Tentang bulan Mei, gue udah lebih memahami fase tahun ini untuk lebih memahami lingkungan sekitar. Kayak lirik ‘friends like back in May’ karena bulan Mei menurut gue adalah masa ketika gue bisa mengontrol diri secara penuh dan bisa merasa baik-baik saja,” kata Arash melalui keterangan rilis, Kamis (18/4).
Baca juga : Lirik Lagu Mati-Matian Mahalini, Apasih Maknanya?
Dalam penggarapan materi bernuansa folk-pop ini, Arash memercayai Petra Sihombing untuk menjadi produser lagu dengan memulai proses di tahun 2022 saat Petra belum berpindah ke Bali. Lagu yang sempat diberi nama trauma ini hanya melewati sesi lokakarya sebanyak dua kali. Tidak banyak rekaman yang berubah dari demo pertama termasuk gitar yang harusnya direkam ulang karena click-nya bocor, akhirnya memakai rekaman asli.
Intro lagu friends yang terdengar menunjukkan sebuah kekhasan memiliki latar belakang tersendiri. Arash mengaku saat ingin membuat lagu ini dan memberi materinya ke Petra, ia tengah rajin mendengarkan John Mayer.
“Gue memperhatikan lagu-lagu John Mayer dan merasa enggak punya lagu dengan intro yang begitu, enggak mempunyai sebuah identitas lagu. Seperti i really do love her, gue coba implementasikan juga di lagu friends ini. Gue mau membuat sesuatu yang terlihat sulit dimainkan padahal sebenarnya mudah. Ibarat lagu John Mayer Stop This Train atau Slow Dancing in a Burning Room,” jelas Arash.(M-3)
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Penyanyi solo Kunto Aji muncul dengan cara tak biasa dengan tampil mengenakan pakaian serba kuning, lengkap dengan sepatu hitam di Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
Melalui balada yang satu ini, Arash Buana juga menyadari bahwa terdapat jenis rasa sesal yang, sayangnya, sulit lekang oleh waktu.
Album Life Update memuat 11 lagu dengan satu trek fokus berjudul Hey, I'm Tired, yang memakan waktu produksi selama empat bulan lamanya yang dirasa mampu mengisahkan cerita pribadi Arash Buana.
Lagu Take Me Home dari Arash Buana mengusung kisah sederhana, tentang sosok yang tengah patah hati karena kehilangan pasangannya dan akhirnya tidak memiliki arah hidup.
Lagu tersebut dibuka dengan melodi piano yang mengajak pendengarnya untuk masuk ke dunia tempat Shoto bertemu dan mengagumi Hikaru.
Melalui I've Always Loved You, Arash Buana mencurahkan perasaannya dalam lirik-lirik sederhana, namun penuh makna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved