Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Indonesia Gio Lelaki dan Faizal Lubis merilis lagu berbahasa Inggris dari kolaborasi terbaru mereka yang bertajuk London Has Cried pada Jumat, 22 Maret 2024.
Dalam keterangan pers, dikutip Senin (25/3), kolaborasi itu berawal dari kontes seputar lagu All My Love, yang digelar Faizal Lubis melalui akun Instagram pribadinya pada 30 Januari 2024.
"Siapa yang menjawab dengan tepat akan mendapatkan hadiah handphone dari Faizal Lubis dan Fabis Musik," tulisnya saat itu.
Baca juga : Vaultboy Gandeng Salem Ilese di Single Closer
Di luar ekspektasi Faizal, unggahan kuis itu menarik perhatian para pengikutnya dan banyak yang menjawab dengan tepat. Dari banyaknya jawaban yang diterima Faizal, terpilihlah lima peserta yang berhasil menjawab kuis darinya sekaligus menyanyikan ulang (cover) lagu All My Love dengan baik.
Baca juga : Jesenn Rilis Single Bahagia Ya Kamu
Oleh karena itu, pihak Fabis Musik mengambil inisiatif untuk merekam suara dari lima peserta tersebut bersama Faizal Lubis dalam menyanyikan lagu All My Love dengan aransemen yang berbeda.
Hasilnya, karakter vokal Gio Lelaki, salah satu peserta terpilih dari kuis All My Love menarik perhatian Faizal.
Menurut Faizal, karakter vokal Gio sangat cocok untuk menyanyikan lagu London Has Cried, yakni lagu yang sebelumnya telah direkam olehnya.
Baca juga : Vania Abby Rilis Single LouD!
Dari sana, kolaborasi ini berhasil dilakukan dan dirilis. Awalnya, lagu London Has Cried memiliki nuansa free pop, tetapi berubah menjadi genre pop rock karena disesuaikan dengan karakter vokal Gio.
London Has Cried adalah sebuah karya Faizal Lubis dengan komposisi iringan orkestra sebagai ciri khasnya. Suara serak khas Gio dan iringan suara dari Faizal Lubis berhasil memberikan sentuhan emosional yang dapat memberikan pengalaman baru dalam mendengarkan lagu ini.
Lagu London Has Cried menceritakan kisah perjuangan seorang kekasih yang dikhianati oleh pasangannya, tetapi tetap memilih setia untuk mencintainya.
Meskipun judul lagu London Has Cried terkesan sedih, lagu ini menghadirkan energi yang menggugah dan dapat memompa
semangat dalam jiwa para pendengarnya.
London Has Cried akan tersedia di sejumlah platform musik digital, antara lain Spotify, Apple Music, dan lainnya. (Ant/Z-1)
Setelah tampil memukau di akhir pekan lalu, ONE OR EIGHT sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi GQ Hong Kong x Vogue Hong Kong Double Vision gala.
Di Ujung Waktu dari Namira Anjali berkisah tentang pertemuan dengan cinta yang terasa utuh dan dewasa, namun hadir pada situasi yang mustahil untuk dipersatukan.
Setelah sukses menyelesaikan tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2025 IMPACT pada November lalu, grup ini kini memasuki fase artistik yang lebih berani namun tetap relevan.
Mengusung genre bittersweet pop, USOTSUKI dari STARGLOW menyajikan kontras yang unik antara aransemen musik yang ceria dengan lirik penuh penyesalan tentang cinta yang telah usai.
Dalam debutnya, EL CAPITXN berkolaborasi dengan dua nama besar: Taehyun dari TOMORROW X TOGETHER dan musisi asal Amerika Serikat, Jeremy Zucker.
Melalui Ms. I Thrift Everything, Hongjoin membawa pendengar kembali ke era musik Y2K yang hangat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved