Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
COFFEE Strikes merilis single Lie yang dipenuhi dentuman musik rock dengan style indie rock yang berisi amarah serta pengakuan seseorang secara terang-terangan kepada mantan kekasih bahwa semua yang mereka lalui saat ini adalah kebohongan.
Seseorang tersebut yakin bahwa mereka seharusnya bersama dengan mantan kekasihnya sembari menyalahkan semesta di tengah situasi pertarungan hati tiada henti.
"Lagu ini cocok kamu dengar ketika kamu ingin meluapkan amarah dan dalam kondisi fokus maupun intens baik dalam kegiatan dan hal lainnya," ungkap Coffee Strikes dalam keterangan tertulis, Selasa (20/2)
Baca juga : Yaya Bey Rilis Single Chasing The Bus
Perilisan single ini sebagai rangkaian awal kampanye menuju mini album Coffee Strikes, yang berjudul Lovestruck, yang akan dirilis pada 1 Mei 2024 dengan kombinasi musik rock serta pop yang fresh yang mungkin kamu belum pernah dengar sebelumnya.
"Semoga lagu ini bisa menjadi track list favorit kamu ya dan kami dengan sangat senang hati jika lagu ini menjadi bagian dari playlist kamu," kata band tersebut.
Single Lie akan bisa didengarkan di Spotify, Apple Music, hingga berbagai DSP favorit kamu mulai 29 Februari mendatang dan akan disusul dengan perilisan video musiknya.
Baca juga : Initial Ways Gambarkan Friends with Benefits dalam Single Terbaru
Coffee Strikes adalah band Indie Rock asal Jakarta yang dibentuk pada 2014 dengan formasi Nunu (Vokalis), Mario (Gitaris) dan Aca (Bass).
Coffee Strikes biasa dikenal sebagai JPOP / JRock / Anime Theme Song Cover Spesialis dengan penonton hingga mencapai jutaan views di kanal YouTube.
Dalam bermusik, Coffee Strikes dipengaruhi musik-musik dari Japanese Rock, Japanese Pop, hingga Classic Rock seperti One Ok Rock, Bon Jovi, Siam Shade, Mr Big, dan lainnya. (RO/Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved