Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Amerika Serikat Vaultboy merilis single berjudul Where TF Have You Been, yang menceritakan tentang kebahagiaan akan kisah asmara baru yang sedang dijalani, namun secara bersamaan ada rasa frustasi yang hadir. Sebab, rasa itu tidak ditemui lebih awal.
Disebut sebagai The King of Sad Songs oleh Rolling Stone, Vaultboy dikenal dengan sifatnya yang tidak ragu menunjukkan suasana hatinya di semua karya-karya musiknya.
Di single terbarunya, Vaultboy menggunakan pendekatan yang sarat dengan elemen komedi. Lagu ini dirilis setelah dua single terakhirnya Everything, Everywhere (Feat. eaJ) dan Everything Hits Me At Once masuk ke berbagai sejumlah chart Spotify Viral 50 di seluruh dunia.
Baca juga: Vaultboy dan eaJ Berkolaborasi di Single Everything, Everywhere
"Lagu ini adalah lagu tentang mencintai seseorang dengan sangat dalam, hingga akhirnya kita merasa marah karena orang itu tidak datang ke hidup kita lebih awal. Lagu ini penuh sarkasme dan dramatisasi, menjadikan proses pembuatannya seru. Aku harap lagu ini bisa dimainkan dengan keras di mobil saat kita dan orang terkasih kita sedang menghabiskan waktu bersama," ungkap Vaultboy.
Talenta Vaultboy sebagai seorang penulis lagu bersinar di lagu Where TF Have You Been, yang ia tulis bersama Tony Ferrari, yang telah berkolaborasi dengan NCT127, dan Brett Truitt. Duo Colin & Alex duduk di kursi produser, dengan kontribusi tambahan dari Truitt.
Vokal penuh emosi dari Vaultboy dengan lapisan harmoni yang indah menjadi kombinasi yang apik, menjadikan single terbaru Vaultboy ini terdengar serba segar.
Baca juga: Vaultboy Rilis Single Everything Hits Me At Once
Talenta menulis lagu Vaultboy telah memenangkan jutaan hati di seluruh dunia sejak ia debut 2021 lalu dan sukses mengumpulkan lebih dari 650 juta stream secara global. Ia membahas berbagai luapan perasaan lewat karya-karyanya dengan penuh percaya diri dan lewat lirik-liriknya yang serba relatable.
Kepiawaiannya dalam meramu lagu-lagu pop serba catchy terdengar di setiap rilisannya, mulai dari single viralnya Everything Sucks hingga single-single lainnya seperti Rocket Science, Aftermath, dan I Think I Wanna Text U.
Hanya dalam dua tahun, Vaultboy berhasil memenangkan hati jutaan pendengar musik di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang saat ini masuk ke daftar negara-negara yang paling sering memainkan musik Vaultboy. (RO/Z-1)
Lewat 12 lagu yang membahas berbagai macam perasaan, di album ini, Vaultboy mengajak semua pendengarnya masuk ke dalam perjalanan penemuan diri dan penerimaan diri.
You're My Moon membahas tentang cinta yang terus ada menemani kita selama suka dan duka.
Disebut sebagai The King of Sad Songs oleh Rolling Stone, Vaultboy dikenal dengan musiknya yang tidak ragu untuk menunjukkan suasana hatinya.
Sebuah lagu yang menangkap rasa sakit yang hadir saat hati kita sedang hancur, Everything, Everywhere adalah antitesis dari proses moving on.
Everything Hits Me At Once membahas kisah tentang kehidupan dua orang yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan asmara mereka.
Setelah tampil memukau di akhir pekan lalu, ONE OR EIGHT sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi GQ Hong Kong x Vogue Hong Kong Double Vision gala.
Di Ujung Waktu dari Namira Anjali berkisah tentang pertemuan dengan cinta yang terasa utuh dan dewasa, namun hadir pada situasi yang mustahil untuk dipersatukan.
Setelah sukses menyelesaikan tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2025 IMPACT pada November lalu, grup ini kini memasuki fase artistik yang lebih berani namun tetap relevan.
Mengusung genre bittersweet pop, USOTSUKI dari STARGLOW menyajikan kontras yang unik antara aransemen musik yang ceria dengan lirik penuh penyesalan tentang cinta yang telah usai.
Dalam debutnya, EL CAPITXN berkolaborasi dengan dua nama besar: Taehyun dari TOMORROW X TOGETHER dan musisi asal Amerika Serikat, Jeremy Zucker.
Melalui Ms. I Thrift Everything, Hongjoin membawa pendengar kembali ke era musik Y2K yang hangat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved