Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Carmela van der Kruk mengatakan untuk mendalami perannya sebagai Rara di film Trinil, dia mengeksplorasi film dari rentang tahun 1970-an agar bisa menyesuaikan gestur dan cara bicara seseorang pada era tersebut.
"Itu juga yang termasuk agak susah, kita di set 70-an jadi harus tahu gerak gerik, manner (tata krama), cara berbicara orang tahun 70-an. Aku nonton film tahun 70an gimana dialeknya, cara bicara, cara bergeraknya, itu lumayan tantangannya," kata Carmela, Kamis (14/12).
Film Trinil, yang diadaptasi dari drama radio 1980-an, membuat dia menjadi tertantang untuk mengembangkan karakter tahun 70-80-an, terlebih Carmela tidak pernah merasakan hidup pada era tersebut.
Baca juga: Putri Ayudya Sebut Syuting Film Horor Menguras Fisik
Mengenai cerita drama radio Trinil, Carmela juga mengaku belum pernah mendengarnya sampai saat ditawarkan sutradara Hanung Bramantyo untuk memainkan film tersebut.
"Sebelum ditawarin nggak pernah dengar ada cerita ini (Trinil). Pas reading dan baca naskah, ulang ke rumah cerita ke keluargaku, terutama ke mama, bilang dulu dengar drama radionya seram banget. Aku tahunya sebatas itu," kata Carmela.
Aktris kelahiran 2000 itu juga melihat antusias dari komentar penonton trailer Trinil, yang mengatakan sangat penasaran akan hasil dari film adaptasi drama radio tersebut.
Baca juga: Film Siksa Neraka Telan Biaya CGI Hingga Rp5 Miliar
Dia juga berharap orang-orang yang pernah mendengarkan drama radio Trinil pada tahun tersebut bisa terpuaskan dan bernostalgia dengan cerita yang diterjemahkan dari audio menjadi audio visual di bioskop.
Tantangan baru lain yang dihadapi Carmela saat proses syuting Trinil adalah pertama kali baginya menjalani syuting dengan teknik green screen dan banyak efek yang dipakai untuk menghidupkan adegan.
"Karena kita nggak adu pemain yang bisa kasih feedback (umpan balik), hanya berlawanan dengan layar hijau atau biru, menurut aku lumayan berkesan karena pengalaman baru dan pembelajaran yang baru," ucap Carmela.
Selama menjalani proses syuting, Carmela bersyukur dipertemukan dengan lawan main yang tidak asing baginya seperti Wulan Guritno, Shaloom Razade, dan Rangga Nattra.
Dia juga mengaku tidak mengalami hal mistis yang biasa orang-orang bilang saat bermain film horor meskipun ini film horor pertamanya.
"Walaupun ini horor, kita enjoy malah ketawa-ketawa karena sama pemain udah kenal dekat, sangat berkesan, menyenangkan dan seru banget, ternyata nggak seram sama sekali," kata Carmela sambil tertawa.
Meskipun terlibat dalam film horor, Carmela mengaku takut akan film yang memacu adrenalin itu, terlebih untuk film horor Indonesia karena ceritanya yang sangat dekat dengan keseharian.
"Aku lumayan penakut, nggak benci cuma takut. Jadi kalau nonton horor biasanya siang-siang dan harus rame-rame apalagi horor Indonesia," kata dia.
Dalam film Trinil, Carmela memerankan sosok Rara, seorang anak perempuan yang memiliki emosi yang tidak bisa tersalurkan dan memendam perasaan.
Kehidupannya dengan sang ibu Rahayu (Wulan Guritno) yang tidak baik menjadi jalan cerita yang memperkaya drama di film horor itu.
Trinil akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 4 Januari 2024. (Ant/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved