Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DIKENAL sebagai salah satu ikon musik Indonesia, Judika Nalon Abadi Sihotang, terus memikat hati pendengar dengan suara emosionalnya yang memukau.
Penyanyi berbakat ini pertama kali mencuri perhatian publik pada 2005 melalui ajang pencarian bakat Indonesian Idol, saat ia berhasil mencapai posisi kedua. Sejak saat itu, kariernya meroket dan Judika menjadi salah satu figur terkemuka dalam industri musik Indonesia.
Baca juga: Judika dan Dnanda Sukses Meriahkan W Atlas Superclub di HW Group
Dengan suara yang kuat dan karakteristik, Judika telah merilis sejumlah lagu dan album yang sukses secara komersial.
Salah satu lagu hitsnya yaitu Mama Papa Larang tidak hanya mencapai tangga lagu nasional, tetapi juga memenangkan hati penggemar di seluruh Indonesia.
Baca juga: Giliran Judika & Mahalini Meriahkan HWG Event
Intro : Am C F
Am C F
Am Em F C G
Separuh nafasku…kuhembuskan untuk cintaku
Am Em Dm B E Am G
Biar rinduku… sampai kepada bidadariku..uu…uu…
Reff:
C G C F
Kamu segalanya, tak terpisah oleh waktu
Dm E A
Biarkan bumi menolak, ku tetap cinta kamu
Dm G C F
Biar mamamu tak suka….papamu juga melarang
Dm B E
Walau dunia menolak ku tak takut
Am
Tetap kukatakan kucinta dirimu
Interlude :
Am C F (2x)
Am G F C G
Karena kamu bintang di hatiku ..
Am G
Takkan ada yang lain
Dm B E Am G
…mampu goyahkan rasa cintaku padamu…
Reff:
C G C F
Kamu segalanya, tak terpisah oleh waktu
Dm E A
Biarkan bumi menolak, ku tetap cinta kamu
Dm G C F
Biar mamamu tak suka….papamu juga melarang
Dm B E
Walau dunia menolak ku tak takut
Am
Tetap kukatakan kucinta dirimu
Interlude :
Dm G C F
Dm E Am Dm
Dm G C
….Sudah jangan kau usik lagi
F Dm
Cinta yang tertanam di hati
B E
Akan kubawa sampai mati
Kembali ke : Reff
Outro :
Am C F
Am C F
A
Menurut pengungkapan dari Judika, lagu yang diciptakannya itu menggambarkan perjalanan kisah cinta pribadinya dengan Duma Riris, yang pada awalnya diwarnai dengan penentangan keras dari orangtua Duma.
Judika dengan tulus membagikan perjuangan hidupnya selama enam tahun, saat ia berkomitmen memperjuangkan hubungannya dengan Duma agar dapat mencapai tahap pernikahan.
Dalam perjalanan panjangnya, Judika menghadapi serangkaian tantangan, termasuk penolakan yang tegas dari pihak keluarga Duma.
Meskipun demikian, tekad dan keyakinan Judika tidak pernah luntur. Ia berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan bahwa dirinya adalah pilihan yang tepat dan layak untuk menjadi pendamping hidup Duma.
Situasinya semakin rumit ketika Judika mengungkapkan bahwa pada masa-masa sulit itu, bahkan izin untuk bertemu dengan Duma tidak diberikan oleh orangtua Duma. Ini menjadi ujian berat bagi hubungan mereka, namun Judika tetap teguh dalam tekadnya untuk memperjuangkan cinta mereka.
Meski dihadapkan pada berbagai rintangan, Judika tidak pernah menyerah. Perjuangannya membuahkan hasil ketika akhirnya ia meraih restu dari keluarga Duma untuk menikahi putri mereka.
Pernikahan Judika dan Duma pada 31 Agustus 2013 menjadi babak baru yang memukau dalam kisah cinta mereka.
Acara pernikahan mereka memancarkan keceriaan dan kehangatan, dengan ribuan orang hadir sebagai tamu undangan. Semua itu menjadi bukti bahwa cinta sejati dan kesetiaan mereka mampu mengatasi segala rintangan. Pernikahan itu juga menjadi awal dari sebuah keluarga yang bahagia.
Kini, bertahun-tahun setelah perjalanan panjang mereka, Judika dan Duma telah diberkahi dengan kehadiran dua anak, yaitu Cleo Deora Boru Sihotang, 5 dan Judeo Volante Sihotang, 4. Keluarga ini menjadi simbol kebahagiaan dan kebersamaan, mengukuhkan bahwa cinta sejati dan tekad untuk bersama dapat mengatasi segala rintangan. (Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ini sekaligus menjadi pertama kalinya kolaborasi antara Judika dan Rian D’Masiv. Salah satu yang spesial, menurut Judika, karena di karya terbarunya ia melakukan pendekatan berbeda
Kali ini, Judika keluar dari zona nyaman dengan mengeksplorasi nuansa musik Folk lewat single Terpikat Pada Cinta.
Judika pun mengaku senang bisa menjadi salah satu penampil di Forestarium 2025, karena ia bisa ikut menanam pohon.
Kini, Ryza Ahmad menjalin kolaborasi dengan Rinema, sebuah band asal Jakarta Selatan yang terdiri dari Abe Ahmat (gitar), Kein Kusuma (gitar) dan Bima Art (drum).
Duma Riris melahirkan anak ketiga pada 29 November 2024.
Putra ketiga Judika dan Duma Riris, Juandeo Volante Sihotang lahir 29 November 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved