Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKARTA yang semula dipenuhi antisipasi akan penampilan Morrissey, ikon musik pop/rock era 80-an, harus menelan pil kekecewaan setelah konser tersebut tiba-tiba dibatalkan. Rencananya, konser tersebut akan digelar di Istora Senayan pada Rabu (22/11) sebagai bagian dari tur dunianya.
Keputusan pembatalan disampaikan melalui e-mail pihak promotor, yang menegaskan alasan teknis sebagai penyebab utama. Meskipun penjelasan ini diterima dengan rasa kecewa, promotor berkomitmen untuk memberikan pengembalian dana penuh kepada para pemegang tiket dalam waktu 60 hari kerja.
Kekecewaan tidak hanya berasal dari pembatalan mendadak ini. Isu kontroversial muncul ketika foto Morrissey memegang bendera Israel di atas panggung Tel Aviv beberapa bulan sebelumnya beredar luas. Sebelumnya, konser-konser di Singapura, Hongkong, dan Thailand juga dibatalkan dengan alasan serupa.
Baca juga: Tiket Konser Morrissey Jakarta, Sold Out Kategori Tribune Green
Penyelenggara konser Morrissey di Thailand, Live Nation, mengumumkan pembatalan tersebut pada Kamis (9/11). "Dengan amat menyesal kami mengumumkan karena alasan yang di luar kendali kami, konser 40 tahun Morrissey yang semula bakal digelar di Singapura, Hong Kong, dan Bangkok telah dibatalkan," tulis Live Nation.
Netizen di media sosial, terutama melalui akun @gladinasaska di Twitter, turut berperan dalam menyebarkan informasi dan spekulasi seputar isu ini. Percakapan dengan pihak yang memberi tahu pembatalan konser Morrissey semakin memperkuat teori bahwa foto kontroversial tersebut mungkin menjadi pemicu utama pembatalan.
Baca juga: Harga Tiket Konser Morrissey di Jakarta Mulai Rp950 Ribu
Sebelumnya, Morrissey telah seringkali membatalkan konser-konsernya secara tiba-tiba. Salah satu insiden terakhir terjadi di Nottingham, Inggris, pada Juli yang disebabkan keadaan yang tidak terduga.
Pada September yang lalu, serangkaian pertunjukan Morrissey di Amerika Selatan juga harus ditunda karena ia terjangkit demam berdarah.
Penyanyi asal Inggris dengan nama lengkap Steven Patrick Morrissey itu terkenal sebagai frontman dan vokalis utama band rock The Smiths selama periode 1982 hingga band itu bubar pada 1987.
Morrissey sedang menghadapi sorotan intens dari netizen di tengah kepekaan masyarakat pada isu-isu global dan kemanusiaan. Seiring berjalannya waktu, mungkin lebih banyak fakta akan terungkap untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap terkait pembatalan konser ini. (Z-3)
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
ANGGOTA grup SNSD, Seohyun, segera menjajal panggung musik klasik sebagai pemain biola solo. Penampilan spesial ini dijadwalkan berlangsung dalam konser di Seoul.
MENGHABISKAN malam pergantian tahun dengan menghadiri konser musik menjadi salah satu opsi favorit untuk menutup tahun 2025.
Sejumlah konser artis Jepang di Shanghai mendadak dibatalkan, termasuk penampilan Maki Otsuki yang dihentikan di tengah lagu dan konser Ayumi Hamasaki di stadion kosong.
Malam puncak Lustrum ke-12 turut dimeriahkan oleh Wika Salim, Secondborn, dan DJ Winky Wiryawan, yang menambah euforia.
Ariana Grande mengonfirmasi tur “Eternal Sunshine” 2026 akan menghadirkan jumlah konser lebih sedikit.
Konser Beyoncé sempat dihentikan setelah insiden mobil yang tergantung di udara miring.
Chris Brown, pemenang Grammy berusia 35 tahun, mengalami gangguan teknis saat tampil di Newark, New Jersey, dalam Tur 11:11-nya.
Direktur Eksekutif Deconstitute (Democracy and Constitution Institute) Harimurti Adi Nugroho mengatakan terdapat permasalahan dalam proses persetujuan Perppu Pemilu tersebut.
Akan tetapi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit belum bisa memastikan lebih jauh terkait gangguan teknis dalam proses pengisian BBM jenis Pertamax di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta.
Transjakarta juga melakukan pengecekan terhadap seluruh armada sejenis. Tujuannya, memastikan kondisi bus dan menghindari hal serupa kembali terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved