Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Seorang seniman multidisplin, Marchella FP, yang memulai publikasi karyanya dengan judul Generasi 90an hingga mencapai kesuksesan melalui flash fiction Nanti Kita Cerita Hari Ini, kembali menelurkan karya terbaru.
Kali ini, novel teranyarnya diberi judul Tabi. Marchella mengaku harus ke luar dari zona nyaman karena karya terbarunya ini merupakan sebuah cerita panjang untuk pertama kalinya dalam format novel grafis.
Marchella menyatakan terdapat latar belakang dalam pembuatan novel terbarunya kali ini, bahwa ia tidak ingin melakukan hal serupa seperti novel terdahulunya Nanti Kita Cerita Hari Ini yang hanya dipenuhi dengan kalimat-kalimat diksi, kemudian ia berkeinginan ingin membuat karya barunya lewat motivasi dari drama korea dengan judul Yumi’s Cells dan pada akhirnya tercipta karya novel baru dengan judul Tabi.
Baca juga: 5 Fakta Menarik dari Buku Marchella FP Berjudul Tabi
Tabi bukan hanya sebuah judul dari novel terbarunya, tetapi juga merupakan seorang influencer virtual yang dipersiapkan oleh PT HBS (Hidup Bermakna Selamanya) yang berkolaborasi dengan PT KIS yang merupakan perusahaan yang mengelola karya Marchella dan SAC Indonesia.
Merchella FP mengatakan, dalam bahasa Jepang, Tabi merupakan perjalanan. Novel ini menceritakan tentang seorang perempuan yang sedang menyusun kembali rasa senang dan luka secara acak pada memorinya, membuat ia memutuskan untuk menulis perjalanan cinta yang hampir tidak pernah dibicarakannya. Semua disimpan dalam potongan-potongab pelajaran yang membawanya ke wahana tak terduga, ini perjalanan penulisan kisah cinta yang terlalu banyak gagalnya, lebih tepatnya tidak ada yang berhasil satu pun.
Baca juga: Raih Lima Juta Lebih Pembaca, Novel Boss With Love Diadaptasi Jadi Film
Novel grafis Tabi diangkat dari premis Katanya Manusia Jatuh Cinta Tiga Kali Sepanjang Hidupnya yang ditulis dalam perjalanan Marchella di jepang serta diilustrasikan oleh Lalita Prima.
Karakter influencer virtual, yakni Tabi pertama diperkenalkan pada Agustus 2023 lewat akun Tiktok yang bernama @tabi.tabinda.
“Saya dan karakter Tabi berjalan beriringan dalam menyusun buku ini. di mana kami mengelsplorasi tantangan dan hambatan, lalu kami menyelesaikan secara bersama-sama. Kami juga saling berbagi peran, di mana masing-masing karakter memiliki pemikiran yang berbeda,” ujar Marchella.
Buku ini mengajak para pembaca untuk proses ke luar dari realita baru dan menemukan jati diri. Virtual influencer juga mengajak audiens untuk terus tumbuh bersama menjadi representasi perempuan Indonesia yang ingin berbagi hal positif kepada banyak orang.
Novel grafis TABI edisi box set eksklusif (edisi terbatas) akan dirilis pada 15 Oktober mendatang dengan sistem pre-order dan bagi kamu yang ingin memesan atau ingin lebih tau lebih lanjut terkait informasi ini dapat mengunjungi melalui akun tiktok dengan nama ‘tabi.tabinda’ bahkan bisa melalui link https://linktr.ee/tabitabinda. (Z-11)
Analytical exposition text adalah suatu jenis teks yang bertujuan untuk menjelaskan pendapat atau argumen tentang suatu hal secara logis dan mendalam.
Jangan bingung, berikut ini terdapat panduan dan contoh kata pengantar makalah yang bisa menjadi inspirasi untukmu. Yuk, baca sampai selesai!
Kompetisi Karya Jurnalistik diharapkan bisa meningkatkan publikasi terkait peran, fungsi dan tanggung jawab PT SMI kepada masyarakat.
BPJS Ketenagakerjaan kembali mengadakan lomba karya tulis untuk merayakan HUT ke-46 pada 5 Desember mendatang.
Dosen D3 Kebendaharaan Negara di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Santorry, mengatakan dirinya kerap kebingungan ketika diminta untuk menulis artikel
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
IRCOMM Group menghadirkan program khusus bagi peneliti dan akademisi. Sebanyak 12 penulis terpilih yang berhasil submit dan lolos tahap editorial review akan mendapatkan sejumlah manfaat.
Menurut Oh Su Hyang, berbicara itu bukan hanya tentang menyusun kata tapi juga bagaimana berbicara itu bisa memikat orang atau bahkan bermakna bagi orang.
PENULIS asal Korea Selatan, Oh Su Hyang, yang dikenal lewat buku laris Bicara Itu Ada Seninya, ternyata punya kebiasaan yang luar biasa yaitu membaca hingga 70 buku setiap bulan.
Dikenal lewat bukunya yang populer Bicara Itu Ada Seninya, Oh Su Hyang ternyata punya masa kecil yang jauh dari kata mudah.
Prof Agus telah menulis dan menerbitkan 11 buku yang membahas berbagai topik seputar politik, keamanan, dan hubungan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved