Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Dian Sastrowardoyo membagikan pengalamannya setelah 14 tahun lamanya mendirikan yayasan sosial miliknya sendiri bernama Yayasan Dian Sastrowardoyo.
Saat ditemui di acara peluncuran program Perempuan Inovasi di Jakarta, Selasa (22/8), Dian mengatakan yayasan tersebut didirikan untuk mendukung anak muda, khususnya perempuan, yang ingin mengejar cita-cita mereka, tetapi memiliki keterbatasan finansial.
Melalui yayasannya tersebut, Dian membantu para anak muda dengan pemberian beasiswa untuk mendukung mereka.
Baca juga : Ario Bayu Mengaku Mudah Beradegan Romantis dengan Dian Sastrowardoyo
"Banyak anak muda yang aku rekrut untuk akhirnya menerima beasiswa Dian. Aku sekolahin karena rata-rata mereka punya rasa tanggung jawab yang besar untuk bantu keluarga," kata Dian.
Menurutnya, ada banyak anak muda berbakat yang seharusnya memiliki kesempatan lebih besar dalam berkarier. Namun, beberapa dari mereka cenderung memilih jalan lain dengan langsung bekerja seusai sekolah menengah dibandingkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Cita-cita cepatnya ingin bekerja menjadi kasir di sebuah toko soalnya langsung dapat gaji dan diberikan ke keluarganya. Itu jadi quick fix buat mereka, padahal mereka ranking satu dari SD sampai SMA," kata Dian.
Baca juga : Dian Sastrowadoyo Mengaku Jadi Antisosial Demi Gadis Kretek
Oleh sebab itu, Dian melalui Yayasan Dian Sastrowardoyo memberikan beasiswa bagi anak muda berbakat agar mereka memiliki kesempatan berkarier dan kehidupan yang lebih baik.
Ia ingin mendorong mereka untuk memiliki pemikiran lebih luas dengan akses pendidikan yang memadai.
Kini, sudah ada 30 lebih siswa dan mahasiswa yang berhasil mendapatkan dana pendidikan dari Yayasan Dian Sastrowardoyo. Bahkan, semua anak asuh Dian tersebut telah mendapatkan pekerjaan dan beberapa di antaranya sudah menduduki kursi manajerial di perusahaan.
Baca juga : Diskoria Rilis Piringan Hitam Serenata Jiwa Lara yang Hadirkan Vokal Dian Sastrowardoyo
"Saya ingin memberikan akses untuk mereka bisa tetap mewujudkan cita-cita, walaupun kapasitas kami belum besar," kata Dian.
Terbaru, Dian bersama dua lembaga lainnya, yakni Markoding dan Magnifique tengah meluncurkan program pemberdayaan perempuan di bidang digital dan teknologi secara gratis bernama Perempuan Inovasi.
Program tersebut menawarkan beragam pelatihan dan pendidikan nonformal bagi perempuan untuk belajar seputar dunia digital dan teknologi.
Baca juga : Dian Sastro Jadi Dewi Api di Film Sri Asih
Adapun melalui program Perempuan Inovasi, peserta akan mendapatkan pendidikan mengenai kesetaraan gender, keterampilan teknis (coding dan desain UI/UX), soft skill, dan keterampilan yang diperlukan di abad ke - 21.
Mereka akan diajarkan mengenai metodologi pemahaman, pemecahan masalah, penerapan praktik, dan pembelajaran terkait perencanaan bisnis.
Program Perempuan Inovasi tahun ini akan berlangsung hingga Januari tahun depan. Ke depannya, Dian berharap program pemberdayaan perempuan yang diinisiasi ya tersebut dapat mencetak talenta muda, khususnya perempuan di bidang digital dan teknologi. (Ant/Z-1)
Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Laras, seorang ibu di dunia nyata, sekaligus sebagai i-BU, sebuah entitas kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di film Esok Tanpa Ibu.
Film Esok Tanpa Ibu dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bimasena. Di film ini, Dian memerankan karakter ibu yang mengalami koma.
"Ini audisi menurut aku kesempatan terakhir. Di usia segini ada kesempatan begini kalau dilewati nggak akan pernah coba, jadi cobain aja,"
Dalam sesi temu media, Dian berbagi pengalaman pribadinya tentang bagaimana ia terus berkarya dan berani memulai hal baru meski telah menginjak usia 40 tahun.
Jakarta Film Week 2025 resmi dibuka dengan film The Fox King. Festival ini menampilkan 134 film dari 25 negara.
JAKARTA Film Week 2025 resmi mengumumkan film pembukanya, The Fox King yang dibintangi Dian Sastrowardoyo. Festival ini akan berlangsung pada 22-26 Oktober.
Menag mendorong agar generasi muda perlu dibekali dengan pemahaman agama dan juga ilmu pengetahuan serta teknologi yang baik.
SETELAH melalui polemik internal dan aksi massa yang menuntut pembenahan, Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pergantian dalam struktur pengurus
PENGAMAT Kebijakan Publik UIN Mataram Winengan memberikan pandangan terkait polemik di tubuh Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) NTB yang menjadi sorotan masyarakat.
KPN juga memberikan bingkisan Ramadan kepada anak-anak TK Sekar dan SAAJA, yakni dua yayasan sekolah untuk anak-anak kurang mampu.
Banyak masyarakat Bali, khususnya penyandang disabilitas, sering kali mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses pengobatan yang layak.
Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) menerima bantuan sebanyak 10 ribu eksemplar buku bacaan yang terdiri dari 180 judul untuk pelajar SD hingga SMA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved