Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Laura Basuki mengaku memiliki kegemaran melahap buku-buku bertemakan psikologi dan novel-novel fiksi fantasi yang ia baca kala tidak menekuni proses syuting sebuah film untuk membuka sudut pandang atau perspektif diri yang lebih luas.
"Aku nggak bisa membaca kalau sedang ada syuting karena kepala dan energi semua terfokus pada peran. Jadi, sudah nggak punya energi lebih untuk meloncat ke novel-novel baru. Aku selalu baca novel pas lagi libur, senggang, dan nggak ada skrip yang aku baca, baru deh bisa 'kabur' dengan membaca," ungkap Laura, dikutip Kamis (3/8).
Perempuan kelahiran 9 Januari 1988 itu lantas menyebutkan salah satu buku bacaan favorit bertajuk The Things You Can See Only When You Slow Down: How to Be Calm and Mindful in a Fast-Paced World (2018) karya penulis asal Haemin Sunim. Penulis bernama asli Ryan Joo tersebut merupakan guru agama Buddha berkebangsaan Amerika Serikat berdarah Korea.
Baca juga: Laura Basuki dan Chicco Kurniawan Ditunjuk Jadi Duta FFI
Saat ini, aktris peraih dua Piala Citra Festival Film Indonesia lewat film 3 Hati, Dua Dunia, Satu Cinta (2010) dan Susi Susanti: Love All (2019) itu tengah menikmati membaca buku Lonely Castle in The Mirror (2017) karya penulis Jepang, Mizuki Tsujimura.
"Aku kalau stuck saat membaca, bisa lay-down dulu, terus ganti buku lain, kemudian lanjut lagi kalau sudah mood. Aku suka novel-novel seperti The Things You Can See Only When You Slow Down yang mengarah ke psikologi. Ini yang paling aku suka untuk membuka mindset. Sekarang ini aku lagi baca Lonely Castle in The Mirror karena aku suka baca novel-novel fantasi," terangnya.
Sedangkan untuk seni musik, Laura terbiasa mendengarkan jenis musik bergantung pada mood film yang tengah ia tekuni. Sementara di luar pendalaman karakter, dirinya menyukai musik berkarakter kalem seperti Kings of Convenience dan Sufjan Stevens.
Baca juga: Laura Basuki Mengaku Sempat Serba Salah Beradegan Mesra dengan Ernest Prakasa
"Beda film, tentu beda musik yang aku dengarkan. Jadi, aku setiap kali syuting film, aku selalu punya playlist baru untuk memudahkan keluar dan masuk sebuah peran tadi. Kadang kalau perannya gelap, aku mendengarkan musik-musik macam Pink Floyd atau Thom Yorke. Kalau perannya soft, aku banyak mendengarkan piano klasik. Referensi musik dari library sendiri yang mengacu perasaan ketika membaca karakter," selorohnya.
Dari dalam negeri, Laura mengaku menggemari karya-karya solois Sal Priadi yang ia nilai memiliki kekuatan pada sektor lirik dan melodi.
"Pertama yang membuat jatuh cinta adalah lirik dan melodi dia yang terkadang nggak terlalu heboh, namun aku bisa menikmati setiap perasaan melalui karya yang dia buat. Liriknya bagus banget karena menurut aku orang-orang yang seperti itu pengalaman hidupnya luar biasa," tutupnya. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Bagi publik, pencantuman pasal TPPU adalah simbol keseriusan negara; sebuah pesan bahwa pelaku tidak hanya akan dipenjara, tetapi harta hasil kejahatannya pun akan dikejar hingga akarnya.
Lewat buku Swipe Therapy, Mira merangkum fase paling rapuh dalam hidupnya, mulai dari rencana pernikahan yang batal hingga kembali menavigasi labirin dunia dating apps.
Total nilai dari ketiga jam tangan yang biasa dikenakan Bill Gates sehari-hari hanya mencapai US$124 atau sekitar Rp2,1 juta saja.
BBW Surabaya 2026 akan diselenggarakan di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Lantai 6, mulai dari 29 Januari hingga 8 Februari 2026.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved