Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Yovie Widianto menciptakan lagu Tapi Sayangnya yang kemudian menjadi single solo perdana Elma Dae. Teristimewa lagu ini hadir dalam tiga versi bahasa yakni Indonesia, Korea, Jepang.
Baca juga : Hadirkan Bunnyland, Spotify Ajak Pendengar Masuk ke Dunia NewJeans
Elma Dae merupakan solois pendatang baru yang sebelum ini merilis single Bertahan Hati bersama Christie. Kini ia menghadirkan lagu baru dengan nuansa flirty.
Lagu Tapi Sayangnya merupakan lagu yang mengisahkan tentang rumitnya cinta ketika ingin bersama seseorang yang nggak bisa bersama kita.
Dengan tempo medium beat, lagu ini akan membawa pendengarnya ke dunia yang penuh dengan kegembiraan, dan membuat siapapun yang mendengarnya dapat ikut bergoyang.
Selain Yovie Widianto, ada juga Adrian Kitut sebagai penulis lagu dan juga produser. Tentu ini menjadi momentum yang paling mengesankan untuk Elma Dae. Karena selain bekerja sama dengan sang maestro Yovie Widianto, ini merupakan single solo pertamanya.
Berbicara soal lagu yang dibawakan tiga versi, Elma Dae mengaku membawakan tiga versi karena memiliki kesukaaan terhadap aliran musik Kpop dan Jpop. “Karena kebetulan aku suka banget sama Kpop dan juga Jpop, dan manajemen sama Sony Music setuju, untuk aku ngerilis lagu tiga versi ini,” ujarnya.
Menurutnya, lagunya yang paling menantang adalah versi Jepang. “Karena aku nggak bisa bahasa Jepang. Kalau Jepang, agak susah dipelajari ya menurutku. Tapi aku excited banget sebenarnya pengen belajar dikit dikit kaya “nan desu ka”, “konnichiwa watashi wa elma dae yoroshiku onegaishimasu”, cuma itu doang sudah, kalau Korea lebih bisa,” lanjutnya.
Sementara itu, Elma Dae sudah merilis ‘Tapi Sayangnya’ dalam bentuk video lirik, dan studio performance video, yang sudah bisa ditonton di akun YouTube miliknya. (B-4)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved