Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI legendaris Amerika Serikat Tony Bennett memiliki segudang prestasi semasa hidupnya. Lebih dari 70 album berhasil ditelurkannya.
Suara lembut Bennett dan kemampuannya yang luar biasa dalam menafsirkan berbagai lagu, mendapatkan tempat istimewa di hati para penggemar musik. Selain musik, ia juga merupakan seorang pelukis berbakat.
Sepanjang karirnya, Bennett berhasil meraih 19 Grammy, termasuk Penghargaan Seumur Hidup yang didapatkannya pada 2001. Tidak hanya itu, rekamannya terjual lebih dari 50 juta kopi di seluruh dunia.
Baca juga: Penyanyi Tony Bennet Meninggal Diusia 96 Tahun
I Left My Heart in San Francisco yang direkamnya pada 1962 menjadi lagu andalan yang menginspirasi banyak artis lainnya. Lagu tersebut membuat Tony Bennett meraih dua Penghargaan Grammy. Sepanjang karirnya, ia mencapai kesuksesan dengan lagu-lagu hit lainnya seperti "The Good Life" dan "Mack the Knife." Ia juga dihormati sebagai Kennedy Center Honoree dan diakui sebagai NEA Jazz Master.
Menariknya Bennett tidak mau untuk berkolaborasi dengan artis yang usianya jauh lebih muda dari dirinya. Sebut saja kolaborasinya dengan Lady Gaga pada 2014. Album berjudul Cheek to Cheek itu berhasil meraih posisi puncak di Amerika Serikat dan menobatkannya sebagai penyanyi tertua yang menempati posisi itu, melampaui rekor Duets II pada 2011.
Baca juga: Tony Bennett Sempat Didiagnosis Alzheimer sebelum Tutup Usia
Bennett memulai karir bernyanyinya sejak remaja. Kala itu ia bernyanyi di restoran sambil belajar musik dan seni lukis di Sekolah Seni Industri New York.
Pada 1944, Tony Bennett bertugas di Angkatan Darat Amerika Serikat selama Perang Dunia II, bertempur di Prancis dan Jerman. Perang bukanlah pengalaman yang menyenangkan bagi seorang pribadi yang kreatif seperti dirinya. "Ini adalah pembunuhan yang dilegalkan," katanya kepada The Guardian pada 2013.
Bennett kembali ke AS tahun 1949 dan mulai bernyanyi secara profesional lagi dengan nama Joe Bari, sebelum kembali menggunakan nama Tony Bennet. Pada 1951, untuk kali pertama ia berada diperingkat satu tangga musik, dengan lagu Because of You. Ia kemudian menghasilkan lagu-lagu populer lainnya, seperti Blue Velvet dan Rags to Riches.
Pada 1986, album kembalinya Tony Bennett yang berjudul “The Art of Excellence” dirilis dan sukses. Tahun 1994, penampilan MTV Unplugged-nya membawa Bennett meraih Grammy untuk album of the year.
Bennett juga terkenal sebagai pelukis. Sejumlah karyanya sempat dipamerkan di Institut Smithsonian dan Butler Institute of American Art. (Z-3)
GRAMMY IQ hadir sebagai fitur asisten AI yang terintegrasi di berbagai kanal digital resmi penghargaan Grammy.
Lady Gaga dan Kendrick Lamar memimpin nominasi Grammy Awards 2026, sementara musik K-Pop untuk pertama kalinya menembus kategori utama Song of the Year.
David Levy terungkap dia berada di balik kampanye fitnah yang berusaha mencegah grup rap Irlandia Kneecap tampil di Festival Glastonbury.
Produser eksekutif Grammy, Raj Kapoor, menjelaskan kode pakaian tamu adalah "black-tie artistik,". Hal ini menimbulkan perdebatan mengenai apakah Bianca Censori melanggar aturan.
Billy Ray Cyrus memberi ucapan selamat kepada putrinya, Miley Cyrus, dan Beyoncé atas kemenangan Grammy mereka untuk penampilan duo/grup country terbaik.
Fat Joe mengungkapkan keputusan untuk keluar dari masa pensiunnya dan kembali berkarya di dunia musik dipengaruhi oleh kemenangan tiga Grammy dari Killer Mike.
King Nassar memandang setiap peristiwa dalam hidup, baik itu kehilangan maupun kehadiran hal baru, sebagai bagian dari ketetapan Sang Pencipta yang harus dihadapi dengan keikhlasan.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Penyanyi solo Kunto Aji muncul dengan cara tak biasa dengan tampil mengenakan pakaian serba kuning, lengkap dengan sepatu hitam di Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved