Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

IBM dan The Recording Academy Luncurkan GRAMMY IQ: Era Baru Interaksi Musik Berbasis AI

Basuki Eka Purnama
06/2/2026 20:24
IBM dan The Recording Academy Luncurkan GRAMMY IQ: Era Baru Interaksi Musik Berbasis AI
Trofi penghargaan Grammy(grammy.com)

IBM kembali memperkuat posisinya sebagai mitra resmi Kecerdasan Buatan (AI) dan Cloud untuk penghargaan Grammy dengan meluncurkan GRAMMY IQ. 

Solusi inovatif yang dibangun di atas platform IBM watsonx ini dirancang untuk mengubah kumpulan data besar milik The Recording Academy menjadi pengalaman digital yang lebih interaktif bagi para penggemar musik di seluruh dunia.

Gamifikasi Data Musik Melalui AI

GRAMMY IQ hadir sebagai fitur asisten AI yang terintegrasi di berbagai kanal digital resmi penghargaan Grammy

Menggunakan teknologi agentic AI dan large language model (LLM) IBM Granite 3.0, sistem ini mampu mengolah sejarah panjang industri musik menjadi kuis interaktif yang menguji pengetahuan pengguna.

Penggemar tidak hanya sekadar menjawab pertanyaan, tetapi juga mendapatkan petunjuk dinamis dan penjelasan mendalam tentang sejarah musik sebelum jawaban akhir ditampilkan. 

Untuk meningkatkan keterlibatan, fitur ini dilengkapi dengan papan peringkat (leaderboard) serta kesempatan mengikuti undian berhadiah bagi mereka yang aktif berbagi di media sosial.

"Kemitraan kami dengan IBM terus mendorong bagaimana teknologi dapat merayakan sekaligus mempererat hubungan dunia dengan musik," ujar Adam Roth, Executive Vice President of Global Partnerships di The Recording Academy. 

"Melalui GRAMMY IQ yang dibangun dengan watsonx, kami tidak hanya membuka kekayaan sejarah dan data yang kami miliki, tetapi juga mengajak para penggemar dan member di manapun mereka berada untuk berinteraksi dengan musik secara lebih bermakna, interaktif, dan inspiratif," lanjutnya.

Ekspansi ke Museum dan Keanggotaan

Selain fitur bagi penggemar, IBM berencana memperluas penggunaan watsonx ke GRAMMY Museum pada ajang GRAMMYS 2026. 

Proyek bertajuk Musical Crossroads ini akan menghidupkan kembali pengalaman interaktif di lantai empat museum, memungkinkan pengunjung menjelajahi perjalanan artis dari hampir 200 genre musik.

Teknologi ini memetakan hubungan antara lagu, artis, dan foto lintas generasi, memberikan cara baru bagi publik untuk memahami kompleksitas sejarah musik dunia.

Jonathan Adashek, Senior Vice President of Marketing and Communications di IBM, menambahkan, "The Recording Academy dan IBM menghadirkan pengalaman yang lebih dekat bagi para penggemar dengan musik yang mereka cintai, dengan memanfaatkan AI dan kumpulan data industri musik milik The Academy yang mencakup seluruh genre dan generasi."

Digitalisasi untuk Profesional Industri

Transformasi ini tidak hanya menyasar publik luas, tetapi juga lebih dari 30.000 anggota The Recording Academy yang terdiri dari penulis lagu, produser, hingga teknisi suara. 

IBM berkomitmen meningkatkan proses digital keanggotaan dengan memperbarui portal member dan menyediakan dukungan terjemahan dalam empat bahasa tambahan.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa Music's Biggest Night tetap menjadi platform yang informatif dan inklusif bagi seluruh ekosistem musik, mulai dari kreator hingga penikmatnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya