Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Lewsi Capaldi, 26, kembali mengambil keputusan untuk "beristirahat" dari tur. Selama istirahat itu, ia akan fokus pada kesehatan mental dan fisiknya.
Capaldi mengatakan penampilannya di Glastonbury, pekan lalu, membuatnya sadar. Apalagi ia sempat kehilangan suara dan para penggemarnya membantu Capaldi menyelesaikan lagu “Someone You Loved”.
“Fakta bahwa ini mungkin tidak akan datang sebagai kejutan tidak membuatnya lebih mudah untuk ditulis, tetapi saya sangat menyesal memberi tahu kalian bahwa saya akan mengambil istirahat dari tur di masa mendatang,” tulis Capaldi dilansir dari Variety.
Baca juga: Madonna Dirawat di Rumah Sakit, Tur Ditunda
Capaldi mengenang masa di mana ia bisa menikmati setiap detik penampilannya. Namun kenyataannya adalah dirinya masih belajar untuk menyesuaikan diri dengan dampak Sindrom Tourette yang ia alami.
"Menjadi jelas bahwa saya perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengatur kesehatan mental dan fisik saya, sehingga saya dapat terus melakukan semua yang saya sukai," lanjut pelantun 'Before You Go' itu.
Baca juga: Zealous dan Pay Burman Rilis Single Tanpa Dirimu, Hadirkan Slow Rock 80-an
Capaldi terbuka tentang perjuangannya dengan kesehatan mental dan Sindrom Tourette, yang menyebabkan gerakan atau suara berulang yang tidak terkendali.
Dalam film dokumenter Netflix-nya "How I'm Feeling Now", Capaldi mendokumentasikan perjalanannya didiagnosis dengan gangguan tersebut ditengah kebangkitannya menjadi terkenal. (Z-3)
Lewis Capaldi mengaku siap meninggalkan pekerjaannya sebagai musisi, jika telah mengganggu kesehatan mentalnya.
Sindrom tourette yang diidap Lewis Capaldi dan Billie Eilish merupakan gangguan saraf yang menyebabkan sulitnya mengontrol gerakan tubuh. Ini pengertian, penyebab, dan penanganannya.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved