Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI keturunan Indonesia-Amerika, yang kini tinggal di Bali, Kyle Kushner, merilis single kedua berjudul I'm Sorry, yang menceritakan tentang penyesalan.
Menurut keterangan resmi, Selasa (27/6), I'm Sorry mengangkat kisah seseorang yang sadar akan kesalahan yang ia lakukan pada pasangan atau orang yang dulu pernah berhubungan baik dengannya.
"Kita semua sebagai manusia pasti pernah merasa menyesal akan keputusan atau apa yang kita lakukan pada orang lain. Tidak apa-apa untuk merasakan hal itu. Yang penting, jangan sampai terlalu larut dalam penyesalan, karena kesehatan pribadi kita juga sangat penting," kata Kyle.
Baca juga: Endah N Rhesa dan Andra and The Backbone Akan Tampil Soundrenaline 2023
Lagu I'm Sorry ditulis sendiri oleh Kyle, dengan melibatkan Suarasa yang terdiri atas Ankadiov dan Andreas Arianto sebagai produser dan arranger, serta Williana Saraswati sebagai vocal director.
Proses mixing dilakukan Hari Kurnia dan mastering oleh Dimas Pradipta.
Kyle berharap, I'm Sorry dapat mewakili orang-orang yang tengah merasakan apa yang ia coba gambarkan melalui lagu tersebut.
Baca juga: Nadhif Basalamah Rilis Single Penjaga Hati
"Aku merasa tentu banyak orang yang memiliki rasa sesal pada dirinya dan ingin membuat hal-hal baik lagi dengan orang yang mereka telah disakiti," katanya.
I'm Sorry telah dapat dinikmati di seluruh platform streaming digital di Indonesia. (Ant/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved