Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SELEBRITAS Nadine Alexandra bersama Yayasan Borneo Orang Utan Survival (BOS) melepasliarkan 4 ekor orang utan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (14/6). Nadine, yang bergelar Putri Indonesia 2010 itu, juga merupakan seorang aktivis lingkungan.
Dirinya sudah bergabung bersama dengan BOS sejak 2010 silam, namun karena waktu yang tidak cocok, ia tidak pernah mengikuti secara lengkap dari awal hingga selesai proses tersebut.
“Jadi, kita terbang ke Palangkaraya, sempat mampir di pusat rehabilitasinya yang di Nyaru Menteng. Dari situ, kita bawa 4 orang utan. Jalan ke Desa Tumbang Hiran, terus naik klotok 7-8 jam masuk ke Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya dan di dalam taman nasional itu kita melepasliarkan 4 orang utan, Noni, Aristo, Lalang, dan Svenja,” kisah Nadine saat ditemui di Jakarta Timur, Selasa (20/6).
Baca juga: YKAN Ungkap Potensi Nutrisi dan Medisinal Tumbuhan Pakan Orang Utan
Nadine mengaku menangis saat melihat orang utan pertama yang naik ke atas pohon untuk kembali ke habitatnya. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan membuka kandang Svenja kembali ke habitatnya.
“Aku merasa sangat terharu,” tuturnya.
Svenja saat keluar kendang juga langsung memanjat pohon terdekat dan tak lama sesudah itu membalikkan badannya menghadap Nadine.
Baca juga: BBKSDA Pindahkan Empat Orangutan Sumatra dari Sibolangit ke Aceh
“Yang bikin aku jatuh cinta sama orang utan adalah mata mereka,” pungkas Nadine. Mata orang utan yang mirip dengan mata manusia itu yang membuatnya jatuh cinta.
Rasa capek dan pegal yang Ia rasakan selama perjalanan ke taman nasional tersebut langsung hilang melihat 4 orang utan itu pulang ke rumah asli mereka.
Menurutnya, pengalaman langka tersebut tidak dapat dilakukan oleh semua orang. Sebagai organisasi yang mempunyai peran penting di bidang ‘awareness’ untuk orang utan, sudah tugas mereka dalam melepasliarkan orangutan ke habitatnya.
Menurut Nadine, memilih orang utan ia lakukan karena orang utan adalah simbol hutan yang paling jelas.
“Orang utan dianggap sebagai ‘umbrella species’, jadi di bawah naungan orang utan, ada banyak spesies lain yang bisa bertahan hidup,” jelasnya.
Meskipun awalnya fokus pada orang utan, Nadine tidak menutup kemungkinan akan mengikuti organisasi peduli hewan langka lainnya.
Jiwa cinta lingkungan Nadine muncul saat sang Ibu, 13 tahun yang lalu, bertanya apa yang ingin ia perbuat untuk Indonesia jika terpilih menjadi Putri Indonesia.
Televisi di ruang tamu rumahnya kala itu sedang menunjukkan berita tentang orangutan yang berkeliaran di lingkungan masyarakat. Berita tersebut langsung menjadi alasan awal Nadine memilih ingin melestarikan orang utan. (Z-1)
Menhut Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia sekaligus memastikan keberlanjutan habitat alaminya
Sejak kecil keduanya sudah dibiarkan hidup dalam kandang dan terbiasa diberi makan oleh manusia.
GURU besar IPB University, Profesor Safika mengatakan kunci keberhasilan konservasi orang utan Sumatra adalah Mikrobioma. Mikrobioma adalah merupakan sekumpulan mikroorganisme di usus.
Ia mengatakan enam ekor orang utan itu harus berada di habitat mereka. Dalam menjaga populasi orang utan pihaknya akan memperketat pengawasan dalam pemanfaatan hutan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan sekaligus meninjau Kawasan Rehabilitasi & Konservasi Orang Utan Nyaru Menteng.
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan peninjauan ke kawasan konservasi dan rehabilitasi orang utan di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para ilmuwan memetakan perilaku ciuman sebagai sebuah sifat evolusioner dalam pohon keluarga primata.
Tiga individu Orangutan subspecies Pongo Pygmaeus Wurmbii diprapelepasliarkan di Pulau Bangamat untuk mengembangkan insting hidup liar di habitatnya.
Saat buah berlimpah, orangutan makan yang kaya karbohidrat, lemak, dan tetap menjaga asupan protein. Ketika buah langka, mereka beralih mengonsumsi daun, kulit kayu, dan sumber protein lain.
Aksi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan orangutan yang terancam sekaligus memperingati Hari Orangutan Sedunia setiap 19 Agustus.
Selain survei anggrek, tim juga mencatat data habitat dan kondisi lingkungan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat lokal tentang pentingnya pelestarian tumbuhan endemik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved