Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTRA Vutura, yang terdiri dari Tristan Juliano dan Zakari Danubrata, menghadirkan karya anyar bertajuk Kembali dengan sentuhan berbeda dari karya-karya mereka sebelumnya.
Kembali bisa dibilang berbeda karena membawa nuansa penyemangat dan bertolak belakang dari karya-karya Mantra Vutura lainnya yang dikenal kompleks dan temperamental.
Masih melanjutkan kontemplasi spiritual manusia seperti yang dihadirkan di Tabir dan aMakna, untuk Kembali, Mantra Vutura ingin mencari jawaban atas pertanyaan apa makna penting dari kata kembali?
Baca juga: Mantra Vutura Rilis aMakna, Hasil Perenungan Hidup dan Akhirat
"Lagu Kembali ini bisa diartikan sebagai entah kita mengembalikan iman kita kepada Yang Mahakuasa atau kita kembali ke dalam cengkrama dan pelukan orang-orang yang mencintai kita," kata Mantra Vutura dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (27/5).
Untuk liriknya, Kembali ditulis oleh Tristan Juliano dan Zakari Danubrata dan pada posisi produser lagu ini diarahkan oleh Enrico Octaviano.
Berdurasi 3 menit dan 54 detik, lagu ini dikemas sebagai gita puja (hymn) yang dicirikan dengan dentuman perkusi analog dan distorsi vokal yang seolah-olah terdengar bagaikan gaung teriakan dari pojok jiwa Mantra Vutura.
Baca juga: Mantra Vutura Rilis Single Tabir
Dalam penciptaannya, Mantra Vutura mengungkap Kembali turut terinspirasi dari Surah Al-Baqarah Ayat 285 (2:285 Quran) yang memuat kutipan bahwa 'Kembali kepada-Nya menjadi akhir dari segala perjalanan'.
Terlepas dari itu, Mantra Vutura menyerahkan makna sesungguhnya dari lagu teranyar mereka ini ke telinga dan hati para pendengarnya.
"Kali ini, prioritas utama kami bukanlah bereksperimen atau mencoba memberikan kejutan tertentu. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang murni, tetapi juga universal. Kata kembali itu sendiri merupakan kata yang sangat powerful di hati banyak orang," ungkap mereka.
Lagu Kembali menjadi spesial karena direncanakan menjadi penutup untuk album baru Mantra Vutura yang disiapkan rilis pada 2023 ini.
Grup yang menjadi nominator pada penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) 2022 untuk karya produksi progressive terbaik itu memberikan sedikit petunjuk untuk penggemar mereka yaitu tiga lagu terakhirnya akan menjadi satu karya utuh yang menyatukan album baru mereka nanti.
Kembali oleh Mantra Vutura dirilis di bawah naungan label Sun Eater dan bisa didengarkan di semua digital streaming platforms (DSPs) seperti Spotify, Apple Music, dan Resso sejak 12 Mei lalu. (Ant/Z-1)
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
Baru seumur jagung, pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar kandas di meja hijau. Simak fakta persidangan dan jadwal sidang lanjutannya di sini.
Kolaborator Isyana dalam lagu tersebut, Mantra Vutura, juga mengambil peran sebagai manusia yang menciptakan robot di dunia tersebut.
Mantra Vutura, yang terdiri dari Zakari Danubrata dan Tristan Juliano, menyebutkan bahwa aMakna memiliki arti yaitu tidak bermakna.
Tristan Juliano (kibor/synth), selaku penulis lagu mengungkapkan bahwa Tabir ditulis sebagai upaya pengingat dan pelurusan tafsir yang kerap disalahpahami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved