Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Nadya Arina mempelajari kehidupan dan tradisi di pesantren ketika memerankan karakter Alina Suhita di film Hati Suhita.
"Mempelajari banyak sekali adat-adat pesantren juga adat-adat Jawa yang sangat kental dan berdialek bahasa Jawa Timur yang bukan first language (bahasa utama) aku," kata Nadya, dikutip Senin (22/5).
Dia mengaku bukan berasal dari latar belakang pesantren atau pernah menjadi santriwati. Sehingga, ketika memerankan karakter Alina Suhita, dia mendapatkan berbagai pengetahuan baru mengenai kehidupan dan tradisi di lingkungan pesantren.
Baca juga: Hati Suhita Kisah Perjodonah Anak Pesantren
"Aku sendiri baru tahu ada sosok ning dan gus (sebutan untuk anak dari kiai), karena memang aku kan bukan dari background (latar belakang) pesantren jadi aku juga tidak tahu. Ternyata di pesantren itu saat kita bertemu ning atau gus semuanya (santri) harus bener-bener hormat sampai yang nunduk sampai mereka berlalu baru kita bangun," ujar Nadya.
Film Hati Suhita adalah film bertema religi pertama yang dimainkan Nadya sehingga untuk memerankan karakter Alina Suhita yang merupakan guru pesantren sekaligus sosok istri religius, dia mempelajari karakter yang tersebut dengan membaca isi novel Hati Suhita, yang menjadi sumber adaptasi film.
Nadya mengaku isi dari novel tersebut sudah cukup menjabarkan mengenai bagaimana kehidupan seorang santriwati di pesantren.
Baca juga: Bintangi Hati Suhita, Desy Ratnasari Belajar Bahasa Jawa Timur
Selain itu, dia juga mempelajari gaya bicara Khilma Anis, penulis novel Hati Suhita saat menjadi pembicara seminar sebagai contoh ketika dia memainkan adegan mengajar santri.
Demi memerankan karakter Alina Suhita, Nadya juga belajar membiasakan berbicara dengan dialek Jawa Timur. Selain melalui pelatihan dengan pembimbing, dia juga berlatih berkomunikasi menggunakan dialek Jawa Timur ketika berbicara dengan rekan-rekan syuting selama proses penggarapan film. (Ant/Z-1)
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
Baru seumur jagung, pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar kandas di meja hijau. Simak fakta persidangan dan jadwal sidang lanjutannya di sini.
Kisah inspiratif 7 selebritis dunia yang memulai karier dari jalanan (pengamen). Dari Rod Stewart hingga Ed Sheeran, simak perjuangan mereka menembus industri hiburan global.
Film romantis Hati Suhita yang diadaptasi dari novel karya Khilma Anis mengangkat tema cerita perjodohan di lingkungan pesantren
"Bermain sebagai Ummi tentu yang paling menjadi tantangan adalah bahasa. Lidah saya terbiasa bahasa Sunda kemudian saya harus belajar bahasa Jawa Timuran."
"Sebenarnya pada saat itu aku sudah mau potong rambut pendek, tapi ditahan dulu untuk karakter ini (Gus Birru) yang di novelnya ternyata gondrong."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved