Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI asal Inggris Ed Sheeran memberikan kejutan bagi para penggemarnya dengan konser dadakan di Manhattan, New York, Amerika Serikat, Sabtu (6/5). Kejutan itu usai kemenangan Sheeran di pengadilan atas kasus dugaan penjiplakan atau pelanggaran hak cipta.
Pertunjukan itu terjadi satu hari setelah Sheeran dinyatakan tidak terbukti meniru lagu bertajuk “What’s Going on?” milik Marvin Gaye untuk hit Thinking Out Loud.
Pemenang Grammy Award itu mengunjungi toko pop-up untuk menampilkan album terbarunya di Soho. Di sana, ribuan penggemar telah menunggu kehadirannya dan menyambut dengan begitu meriah. Ed yang hadir mengenakan baju putih dengan balutan jaket hitam itu langsung mengeluarkan gitarnya.
Baca juga: Bebas dari Tuduhan Plagiat, Ed Sheeran Mengaku Bahagia
Dilansir dari akun instagram pribadinya @teddysphotos pada Minggu (7/5), Ed Sheeran terlihat melompat ke atap mobil yang diparkir dan mulai memetik gitar untuk sebuah konser dadakan itu. Kemudian pria berusia 32 tahun itu langsung menghibur penonton dengan beberapa lagu hit, seperti Perfect dan Thinking Out Loud.
“Halo semuanya, bolehkah saya menyanyikan beberapa lagu untuk kalian?” ungkap Ed Sheeran diikuti sorakan meriah dari penonton yang memadati jalanan seperti dilansir dalam video yang diunggah Ed.
Baca juga: Ed Sheeran Bersikukuh tidak Lakukan Plagiat
Konser mini dan mendadak tersebut didokumentasikan oleh banyak pengguna media sosial. Ed sendiri bahkan mengunggahnya di Instagram saat menyanyikan lagu terbarunya bertajuk Boat. “Berdiri di atas Volvo di New York. Tepat di luar pop up store,” tulis Sheeran dalam unggahannya.
Setelah itu, Ed menunjukkan senyumannya saat dia menghimbau penonton untuk tetap tenang sebelum membawakan lebih dari enam lagu. Dia pun mengucap terima kasih kepada para penggemarnya yang setia mendukung.
Diketahui pada Jumat (5/5) Ed Sheeran diputuskan tidak bersalah atas kasus dugaan penjiplakan lagunya. Gugatan hak cipta pertama kali diajukan pada 2018 oleh ahli waris mendiang Ed Townsend yang ikut menulis R&B klasik tahun 1973 dengan Gaye.
Para juri yang terdiri atas tiga pria dan empat perempuan dalam pengadilan pun berunding kurang dari tiga jam sebelum mengambil keputusan dalam kasus perdata tersebut.
“Saya hanyalah seorang pria dengan gitar yang suka menulis musik untuk dinikmati orang. Saya tidak dan tidak akan pernah membiarkan diri saya menjadi celengan bagi siapapun untuk diguncang,” kata Sheeran seperti dilansir New York Post.
Selama persidangan, Sheeran mengambil sikap dan menampilkan versi akustik dari lagunya untuk juri saat ia membuat pernyataan dirinya menciptakan Thinking Out Loud secara independen dan tidak meniru Gaye. Ia berpendapat progresi akord yang dimaksud, 1-3-4-5, merupakan hal yang umum dalam lagu-lagu pop.
Setelah keputusan sidang, Sheeran membagikan pesan kepada para penuduh dan penggugatnya lalu mengungkapkan bahwa ia harus melewatkan pemakaman mendiang neneknya untuk menyelesaikan perselisihan ini.
“Harus berada di New York untuk persidangan ini berarti saya melewatkan kebersamaan dengan keluarga saya di pemakaman nenek saya di Irlandia. Saya tidak akan pernah mendapatkan waktu itu kembali,” katanya. (Z-3)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
DJKI Kemenkumham menghadirkan SIVIKI, layanan konsultasi virtual resmi berbasis video untuk membantu masyarakat memahami proses dan pelindungan Kekayaan Intelektual.
Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian gugatan terkait Undang-Undang Hak Cipta yang diajukan musisi.
Posisi penyelenggara sangat sentral karena memegang kendali atas pengelolaan tiket dan skala pertunjukan.
DJKI mengapresiasi peran guru dan dosen dalam peningkatan pencatatan hak cipta dan paten di lembaga pendidikan sepanjang 2022–2025.
DJKI Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kembali menggaungkan pentingnya pembentukan regulasi internasional yang mengatur distribusi royalti hak cipta di era digital.
Situasi ini memperlihatkan bahwa isu seputar pengambilan gambar di ruang publik tidak hanya berkaitan dengan aspek estetika atau komersial, tetapi juga bersinggungan dengan hak privasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved