Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Legenda musik rock dunia Jon Bon Jovi membela anaknya yang terbilang masih sangat muda namun sudah berani melamar kekasihnya. Jacob Hurley Bongiovi saat ini baru berusia 20 tahun. Sementara, pacarnya yang merupakan aktris, Millie Bobby Brown, masih berusia 19 tahun.
Kabar bahagia dari pasangan muda tersebut memang membuat geger warganet. Ada yang setuju dan banyak juga yang mengkritisi karena dianggap terlalu muda.
Sebagai orang tua Jacob, Bon Jovi merasa usia tidak menjadi masalah dalam sebuah hubungan. Pasalnya dirinya juga bertemu dengan istrinya yakni Dorothea Hurley ketika masih duduk di sekolah menengah.
Baca juga: Millie Bobby Brown akan Segera Menikah
"Saya tidak tahu apakah usia itu penting. Anda tahu itu tidak penting jika anda menemukan pasangan yang tepat untuk tumbuh bersama. Jadi saya pikir semua anak saya telah menemukan orang-orang yang menurut mereka dapat membuat mereka nyaman tumbuh bersama, dan kami menyukai mereka semua," ujar Jon Bon Jovi dalam acara Radio Andy Sirius XM.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hal yang paling penting adalah pasangan muda itu saling mencintai dan sangat bahagia.
Baca juga: Millie Bobby Brown Mengaku Ingin Berperan Jadi Britney Spears
"Jake (panggilan akrab Jacob) sangat bahagia," tuturnya.
Saat ini, tiga dari empat anak Jon Bon Jovi sudah resmi bertunangan dengan pasangan masing-masing. Keluarganya pun kini telah memiliki banyak rencana pernikahan yang harus dilakukan.
Anak-anak Bon Jovi antara lain Stephanie Rose Bongiovi, Jesse Bongiovi, Jacob, dan Romeo Jon Bongiovi. (Z-11)
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Risiko kesehatan fisik yang serius seperti anemia, preeklamsia, hingga gangguan mental menjadi ancaman nyata yang mengintai remaja yang memutuskan menikah di usia anak.
Berdasarkan data BPS 2025, NTB merupakan provinsi dengan proporsi perempuan berstatus kawin atau hidup bersama sebelum usia 18 tahun tertinggi, yaitu sebesar 14,96%.
Berdasarkan catatan SIMKAH Kemenag jumlah pasangan di bawah usia 19 tahun yang menikah menurun signifikan dalam tiga tahun terakhir:
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Program BRUS menyasar siswa sekolah menengah untuk membekali mereka dengan wawasan seputar pernikahan, kesehatan reproduksi, dan ketahanan keluarga.
KETUA UMUM Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Euis Nurlaelawati mengatakan isu pernikahananak dan poligami masih menjadi tantangan keluarga Muslim di Indonesia.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengecam keras praktik perkawinan usia anak yang terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
KASUS perkawinan anak masih marak terjadi di Indonesia. Teranyar, viral soal berita perkawinan anak berusia 16 dan 15 tahun di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved