Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP orang tua memiliki cara yang berbeda untuk mengajarkan puasa kepada anak. Begitu juga dengan Teuku Wisnu yang kini disibukkan membangunkan dan mendampingi anak-anaknya untuk makan sahur selama Bulan Ramadan.
Bagi Wisnu membangunkan anak pada jam 3 atau 4 dini merupakan sesuatu yang sangat berat, karena biasanya saat dibangunkan akan anak menangis, mengeluh bahkan marah-marah. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang baru belajar puasa.
Melalui sebuah unggahan foto pada akun Instagram pribadinya pada Minggu (3/4), suami dari Shireen Sungkar itu membagikan pengalaman lucu saat membangunkan sahur putra pertamanya, yaitu Adam. Wisnu memulai dengan mengusap punggung Adam untuk membangunkanya. Cara ini terkadang berhasil dan kadang tidak.
Baca juga : Tips Memilih Makanan Sahur Agar Tetap Berenergi Saat Puasa
“Cara itu kadang berhasil, kadang teriak, ngerespon terus tidur lagi. Untuk Adam kalau cara diatas belum berhasil saya coba cara ini Pak Bu, jadi Adam punya mainan boneka Sonic bersama teman-temannya, Terus saya berkisah dengan mainan itu (pakai suara karakter Sonic, Shadow, Silver dengan suara yang berbeda-beda)," ungkap Wisnu di Instagramnya @teukuwisnu.
Setelah itu, Wisnu akan mengajak mainan Adam, si Sonic untuk membangunkan sahur. Pria berdarah Aceh itu mendekati sang anak yang masih tertidur lalu seakan-akan membuat percakapan dengan Sonic untuk mnegajaknya agar ikut bermain lalu menjalankan makan sahur.
Baca juga : Abaikan Sahur Dapat Menambah Berat Badan, Kok Bisa?
“Saya bilang, ‘Sonic, kita harus sahur nih… soalnya sudah mau adzan’ Terus dijawab, ‘Eh ayoo ayoo.. kita ke toilet dulu, kita harus pipis dulu, cuci muka, tangan, terus wudhu’. Eh tapiiiiii… Adam belum bangun ya? Masa kita gak bareng-bareng??” Seperti itu kurang lebihnya,” tulis Wisnu.
Usai percakapan itu, Wisnu mengungkapkan bahwa biasanya Adam akan merespons, tapi membutuhkan waktu lama untuk bangun dari tempat tidur. Saat berusaha bangun, Wisnu akan meminta Adam membaca doa bangun tidur, lalu dilanjutkan dengan berwudhu.
Pada akhirnya sang anak mengikuti makan sahur. Akan tetapi, saat Adam diajak ke masjid untuk salat Subuh berjamaah dan diminta untuk meninggalkan mainan bonekanya di rumah, anak berusia 8 tahun itu merasa keberatan. Hal tersebut membuat Wisnu berusaha merayunya agar tak membawa mainannya saat salat.
“Dam, kami kan mainan, kami kan boneka, jadi kami salat di sini aja ya, di rumah," ujar Wisnu yang berpura-pura jadi boneka mainan Adam.
Tak disangka, Adam langsung keberatan. Ia ingin seluruh mainannya ikut ke masjid. Namun anak pertama Wisnu dan Shireen itu justru mengungkapkan kalimat yang membuat wisnu kaget.
“Kenapa gak ikut (salat) di masjid?? Kan mereka laki-laki,” ujar Adam.
Tak hanya waktu sahur, bintang sinetron Cinta Fitri itu mempunyai sistem reward atau hadiah untuk anak-anak sebagai motivasi berpuasa.
“Reward memang ada beberapa ya namanya anak kecil pasti suka nanya ‘Abi kita dapat apa?’ Alhamdulillah saya sama Shireen sebagai orangtua tuh kita bisa banyak mengambil hikmah dan pelajaran bagaimana mendidik anak-anak,” ungkapnya.
Selain hadiah, Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar juga memiliki cara tersendiri untuk memberikan reward.
“Tapi memang selain reward berupa kita bilang mainanlah misalkan, tapi juga ada semacam kita kasih pujian untuk anak kita,” jelasnya. (Z-8)
Istanbul dan Bursa menyuguhkan perpaduan unik antara refleksi keagamaan, warisan budaya, dan tradisi berabad-abad yang tetap terjaga hingga kini.
Manfaatkan Promo Spesial BRI Ramadan dengan diskon dan cashback hingga 50% untuk hampers, gadget, kecantikan, hingga dekorasi rumah.
Pertunjukan yang didatangkan langsung dari Cili tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026 di Atrium The Park Pejaten.
Peserta difabel menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari hadroh, pembacaan surat Al-Qur’an, mengaji dengan bahasa isyarat, dongeng, hingga pembacaan puisi.
SurveI mengungkapkan lebih dari 70% responden kelas menengah Asia merasakan kecemasan soal kesejahtaraan finansial yang menghambat perencanaan jangka panjang.
Sebanyak 250 peserta mudik gratis diberangkatkan menggunakan enam unit bus menuju berbagai kota di empat provinsi di Pulau Jawa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved