Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Bertepatan dengan Hari Film Nasional pada 30 Maret, Fabis Pictures bekerja sama dengan sutradara Garin Nugroho mempersembahkan film musikal Melodrama, yang sekaligus menjadi surat cinta untuk film Indonesia. Aktor Nicholas Saputra menjadi bintang utamanya.
Film yang akan tayang di bioskop Indonesia pada tahun ini mengangkat kisah cinta penuh melodrama dengan latar sejarah film Indonesia dan diiringi musik-musik legendaris lintas zaman.
“Ini adalah film musikal pertama saya. Yang membuatnya jadi menarik adalah saya membawa tema dengan latar belakang sejarah sinema Indonesia, menceritakan sejarah para seniman melalui koreografi dan lagu atau musik,” ungkap Garin Nugroho dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, (28/3).
Baca juga: Rayakan Hari Film Nasional, Yuks Nonton Film Remake ini
Selain Nicholas Saputra, Melodrama juga akan dibintangi di antaranya Widi Mulia, Monita Tahalea, Dira Sugandi, Morgan Oey, Amanda Rawles, dan Cindy Nirmala.
“Untuk mendukung visi dari mas Garin, kami memilih lagu-lagu yang menggambarkan budaya populer Indonesia, sekaligus juga mencerminkan kualitas karya anak bangsa dari masa ke masa. Lagu-lagu yang ada dipastikan adalah lagu-lagu yang tak lekang oleh waktu dan masih familiar untuk generasi sekarang,” kata Ricky Lionardi yang menjadi produser musik film Melodrama.
Baca juga: Garin Memulai Debut Film Horor dalam Puisi Cinta yang Membunuh
Melodrama berkisah tentang Layar, bintang film populer yang merasa bosan dengan kariernya dan ingin membuat teater musikal berlatar sejarah keluarga yang senantiasa berkait sejarah film Indonesia. Layar berproses membuat karya, menjadikannya berimajinasi dalam sosok karakter beragam, dari Buyut, Kakek, hingga Ayah.
Seluruh kisah ini dituturkan lewat narasi berbasis buku harian, surat cinta, foto-foto, dokumenter, hingga artefak dan lagu-lagu yang membawa Layar ke berbagai era sejarah film Indonesia dalam atmosfer musikal.
(Z-9)
Di tangan Garin Nugroho, Yogyakarta tampil bukan sekadar sebagai kota tujuan wisata, melainkan ruang hidup tempat tradisi dan kreativitas bertemu.
FESTIVAL Film Horor (FFH) 2025 resmi digelar sebagai festival film horor pertama di Indonesia,
Garin Nugroho menegaskan bahwa keberadaan film horor menjadi pendukung terbesar dari industri perfilman Indonesia, dengan 70% film-film Indonesia adalah film horor.
Perjalanan dua dekade Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) terangkum dalam acara peluncuran buku “Lintasan Cahaya Asia: 20 Tahun JAFF” dan “Garin: Made in Indonesia”.
FESTIVAL film internasional tahunan JAFF (Jogja-Netpac Asian Film Festival) tahun ini memasuki edisi ke-20 tahun. JAFF 2025 akan berlangsung pada 29 November–6 Desember di Yogyakarta.
FILM Samsara karya sutradara Garin Nugroho, mendapat tiga nominasi di Asia Pacific Screen Awards ke-18 yang akan digelar pada 27 November di Goaldcoast, Australia.
Bukan sekadar horor, pertunjukkan juga memasukkan unsur edukasi di dalamnya
Film ini menjadi penanda bagaimana Miles Films berusaha menjaga salah satu kisah paling ikonis di perfilman Indonesia, tetapi kali ini dengan wajah-wajah baru
Pengin Hijrah bakal dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada 23-24 Agustus 2025.
Bekerja sama dengan beberapa tokoh seni dan budayawan terkemuka, Yayasan Prima Ardian Tana pernah membawa misi kebudayaan Indonesia, khususnya Cirebon ke Yunani, Korea, dan Singapura.
Drama musikal ini melibatkan 50 anak binaan untuk membawakan kisah perjuangan meraih mimpi di tengah keterbatasan.
Sebagian besar produksi film Pengin Hijrah dilakukan di tiga kota di Uzbekistan. Toshkent, Samarkan, dan Bukhara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved