Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Quentin Tarantino, Rabu (29/3), mengatakan dirinya telah menyelesaikan naskah untuk film yang disebutnya akan menjadi film terakhirnya.
Sutradara yang melahirkan sejumlah film kenamaan seperti Kill Bill, Inglourious Basterds, dan Pulp Fiction itu mengatakan dia memperkirakan proses syuting film ke-10-nya itu akan dilakukan pada tahun ini.
"Saya telah menyelesaikan naskah film yang akan menjadi film terakhir saya," kata Rarantino saat berbicara dengan Direktur Festival Film Cannes Thierry Fremaux.
Baca juga: The Movie Critic Jadi Akhir Perjalanan Quentin Tarantino
"Saya harap kami bisa memulai syuting pada musim gugur tahun ini," lanjut sutradara berusia 60 tahun itu.
Tarantino telah berulang kali mengatakan ingin pensiun telah membuat film ke-10, dengan dua film Kill Bill dipandang sebagai satu kesatuan.
Film yang rencananya diberi judul The Movie Critic itu akan mengambil setting tahun 1977.
Baca juga: Berencana Jual Pulp Fiction dalam Bentuk NFT, Quentin Tarantino Digugat
Tarantuno membantah film itu adalah biografi Pauline Kael, kritikus film asal New York yang meninggal dunia pada 2001.
Tarantino melakukan debut sebagai sutradara lewat film Reservoir Dogs pada 1992, film murah dan brutal yang menjadikan dirinya salah satu sutradara paling berpengaruh di dunia. (AFP/Z-1)
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Bagi Tarantino, belum ada film horor pada dekade 1980-an yang seberani Hellraiser.
Sutradara Quentin Tarantino dikabarkan tengah menyiapkan film kesepuluh atau yang disebut-sebut sebagai film pamungkasnya. Film terakhirnya itu diyakini berjudul The Movie Critic.
Sutradara itu tengah melelang halaman skrip yang mencakup enam adegan yang tidak masuk film keluaran 1994 itu berserta komentar audionya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved