Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemain sinetron Shireen Sungkar, 31, mengaku pada zaman dirinya masih berusia muda tidak peduli pada kesehatan kulit sehingga menjadikan kulitnya sangat sensitif.
"Dulu zaman muda aku cuek banget. Tidak pakai produk perwatan wajah, tidak cuci muka padahal seharian syuting. Dulu sih tidak berasa efeknya ya, tetapi itu membuat kulit menjadi sensitif," katanya dalam sebuah konferensi pers 2nd GathVersary Reglow Indonesia di Bogor, Minggu (19/3).
Kulit wajah diakuinya menjadi mudah sekali mengalami bruntusan dan merah. Apalagi setelah dirinya sering kali salah memilih produk. Inilah mengapa dirinya selalu banyak cari tahu dan bertanya saat akan menggunakan suatu produk termasuk saat dirinya menerima tawaran menjadi brand ambassador Reglow.
Baca juga : Tampil Percaya diri dengan Animate 5in1 Series
"Sebelum menjadi brand ambassador saya termasuk kritis soal produk karena saya tidak mau promosi produk tetapi ada masalah dan kemudian saya yang disalahkan. Selain itu sudah mendapatkan izin BPOM dan bersertifikasi halal," katanya.
Sementara dr. Shindy Kurnia Putri produsen produk tersebut mengakui memilih Shireen karena memiliki nilai lebih. "Selain sangat ramah, dia memberi banyak masukan soal marketing dan membangun produk juga," tutupnya. (B-4)
Baca juga : Untuk Tampil Cantik Perlu Perawatan dari Luar dan Perawatan dari Dalam
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
PENDEKATAN dalam dunia estetika terus mengalami evolusi.
MEMASUKI usia 30-an, tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan bintik hitam mulai menjadi kekhawatiran utama, nutrisi dari dalam memegang peranan hingga 70%.
PEMANFAATAN teknologi stem cell atau sel punca saat ini semakin meluas di bidang kesehatan dan perawatan tubuh, termasuk untuk kulit wajah.
Kurang tidur, stres, merokok, dan konsumsi alkohol, bisa mendorong munculnya kulit kusam.
Brightlogy diperkenalkan sebagai face cream dengan kandungan 1% hexylresorcinol yang diklaim setara dengan 4% hydroquinone, bahan pencerah yang penggunaannya diatur secara ketat.
Lewat prestasi di ajang penghargaan kelas Asia Pasifik, JAC berhasil membuktikan Indonesia kini bisa dikenal dunia atas kemajuan di bidang estetikanya.
Selain body treatment terdapat pula ruang reflexology sekaligus manicure dan pedicure.
Smart Digital Clinic merupakan penggunaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan teknologi Skin Age Detector.
Sebelum membuka lini skincare, ia membuka bisnis laundry yang tak berjalan mulus.
Pelayanan klinik berfokus pada regenerasi alami kulit melalui teknik collagen remodeling.
Swiss telah lama menjadi destinasi favorit di Eropa, terkenal dengan pegunungan Alpen yang megah, danau-danau yang indah, dengan kota kota yang sangat cantik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved