Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Argantara merupakan karya Hitmaker Studios dan disutradarai oleh Guntur Soeharjanto bersama produser Rocky Soraya. Film ini diangkat dari novel Wattpad berjudul sama oleh Falistiyana.
Argantara akan serentak diputar di seluruh bioskop di Indonesia pada 29 Desember 2022. Saat berkunjung ke Media Indonesia pada Senin (19/12), pemeran-pemeran Argantara yakni Aliando Syarief sebagai Argantara Reynand, Natasha Wilona sebagai Syera Jehani, Ahmad Pule sebagai Ziko Haedar, Shan Ryadi sebagai Panji Gemilang, Jefan Nathanio sebagai Azka Januar, dan Ryuken Lie sebagai Elang Pradipta menceritakan beberapa cerita menarik dalam pembuatan film tersebut.
Diawali dari cerita mistis yang dialami oleh Ryuken yang mengalami ketempelan saat sedang syuting. "Awalnya tuh gue di lokasi dengan badan yang fit," mulai Ryuken. Kejadian tersebut dialaminya saat pengambilan gambar sedang berlangsung. "Pas mau take tiba-tiba badan gue ngedrop. Badan gue berat berasa mual juga," lanjutnya.
Pengalaman tersebut diakuinya karena ia membuang botol sembarangan saat syuting akan segera dimulai. "Gue pengen buang tapi gue enggak mau ganggu waktu syuting. Jadi gue buang aja," tutur Ryuken. Syuting sempat dihentikan hingga kondisinya membaik. Seluruh pemain yang hadir di studio Media Indonesia pun langsung berucap, "Dilarang buang sampah sembarangan," kepada Ryuken.
Selanjutnya ada salah satu pemain yang masih berumur 16 tahun yaitu Jefan Nathanio yang harus memerankan Azka Januar berumur lebih tua. Dia harus menjadi 'abang-abang' di antaranya pemain yang lain.
Ahmad Pule juga bercerita bahwa ia harus menjadi penyuka binatang jenis reptil seperti iguana demi memerankan Ziko. Padahal dirinya sendiri belum pernah menyentuh reptil sebelumnya.
Shan Ryadi menjadikan film Argantara sebagai debutnya. Dirinya bercita-cita menjadi aktor laga oleh karena itu semua latihan-latihannya membuahkan hasil di film ini. Bahkan ia tidak menggunakan pemeran pengganti di salah satu adegan salto yang lumayan berbahaya.
Di tengah pembicaraan, Wilona yang baru sadar tentang adegan salto Shan pun angkat suara. "Oh my God! Jadi adegan salto itu Shan sendiri yang peranin?" celetuk Wilona. Ia tidak menyangka Shan melakukan adegan itu sendiri tanpa pemeran pengganti.
Tim produksi film juga punya tantangannya sendiri yaitu pada salah satu adegan yang berlokasi di suatu dermaga. "Kru harus membawa kamera dan peralatannya di jembatan kayu kecil dari kapal ke dermaga," cerita Ali.
Nah, itulah sekelumit cerita menarik di balik pembuatan film Argantara. Tertarik mau menontonnya? (OL-14)
Berbeda dengan Legaly Blonde yang berlatar dunia hukum dan universitas, serial Elle akan membawa penonton kembali ke masa SMA.
Megan Domani mengungkapkan bahwa peran Annisa memberikan tantangan tersendiri, terutama dari sisi pendalaman karakter yang memiliki latar belakang keluarga yang kompleks.
Revalina S Temat membagikan pengalamannya menghadapi tuntutan peran yang menguras energi di film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved