Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Yusuf Mahardika Lingga Putra, yang terkenal sebagai bintang sinetron Tendangan Si Madun, kini, tengah menekuni peran di belakang layar, yakni menulis skenario film dan series.
"Kalau bikin film itu sejak SMA, film-film pendek. Alhamdulillah tahun ini kerja sama dengan salah satu production house (PH). Sebenarnya emang dari dulu pengen di belakang layar sih, cuma untuk sekarang ini rezekinya baru jadi aktor," ujar Yusuf, dikutip Selasa (3/5).
Yusuf mengatakan, dia tidak membatasi dirinya dalam menulis. Dia menulis skenario dengan beragam genre mulai dari drama, thriller, hingga psychology thriller.
Baca juga: Ini Alasan Ernest Prakasa Percayai Muhadkly Sutradarai Gara Gara Warisan
"Paling seru itu menulis drama psikologi yang berhubungan dengan manusia. Aku lebih banyak nulis yang lebih dekat dengan manusia. Aku punya temen-temen psikolog, jadi bisa nanya mereka apa sih yang terjadi di otak manusia ketika lagi mengalami sesuatu, apa efeknya, semacam itu," tuturnya.
Selain menulis skenario, Yusuf mengatakan dia juga ingin mencoba menyutradarai skenario yang ditulis penulis lain.
"Aku belum dapat kesempatan untuk menyutradarai script orang, jadi selama ini ya nulis sendiri, sutradarai sendiri," imbuhnya.
Meski senang menulis skenario dan bercita-cita menjadi sutradara, Yusuf mengatakan dia tetap menikmati perannya di depan layar sebagai aktor. Menurut dia, baik di depan layar maupun di belakang layar, keduanya memiliki kenikmatan tersendiri.
Mengenai platform over-the-top (OTT) yang semakin menjamur sejak pandemi covid-19, Yusuf menilai hal tersebut bisa menjadi kesempatan yang besar bagi para pembuat film, termasuk dirinya.
"Buat aku juga salah satu kesempatan besar. Karena kalau sebelum pandemi, yang bikin film di bioskop biasanya orang-orang besar yang sudah punya nama. Dengan adanya platform ini akhirnya banyak filmmaker muda yang ceritanya bisa diangkat ke OTT," ujar Yusuf.
"Aku juga pada akhirnya kemarin bikin series untuk salah satu OTT. Ibaratnya baru belajar bikin film, punya kesempatan ini, akhirnya aku sama temen-temen bikin series untuk OTT," lanjutnya.
Ke depannya, Yusuf berharap dapat membuat film panjang. Namun, menurut dia, proses tersebut akan memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 2-3 tahun ke depan.
"Aku merasa, film panjang ini akan dibuat ketika aku cukup dewasa untuk bisa menanggung konsekuensi, karena ceritanya sedikit sentimental untuk beberapa pihak," pungkas Yusuf. (Ant/OL-1)
OJK denda influencer saham Rp5,35 miliar atas manipulasi harga lewat media sosial. Tiga pihak lain disanksi dalam kasus IMPC.
Bagi Bad Bunny, peran di film Porto Rico merupakan lompatan besar setelah sebelumnya hanya tampil sebagai pemeran pendukung dalam film Bullet Train dan Caught Stealing.
Selama Berlinale, yang berlangsung dari 13 hingga 22 Februari 2026, film Ghost In The Cell dijadwalkan naik layar sebanyak empat kali.
Na Willa bukan sekadar tontonan, melainkan undangan untuk merasakan kembali dunia yang dibangun dengan keberanian anak-anak.
Messi Gusti mengungkapkan perbedaan signifikan saat syuting menggunakan teknologi extended reality (XR) dibandingkan dengan metode motion capture biasa di film Pelangi di Mars.
Diadaptasi dari manga karya Tatsuki Fujimoto, layar lebar dari anime Chainsaw Man akan membawa babak baru yang lebih brutal dan emosional bagi perjalanan hidup sang tokoh utama, Denji.
Aktor Yusuf Mahardika mengaku penyuka olahraga ekstrem. Sudah melakono panjat tebing dan freedive, ia kini mendambakan terjun payung.
"Aku syuting di Palu, enggak bisa mudik karena lagi ribet juga. Soalnya aku mudiknya jauh, ke Medan."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved