Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MIKE Lewis dan Salvita De Corte membintangi film aksi fiksi ilmiah Anomaly, yang disutradarai oleh Brian L. Tan, sutradara dengan pengalaman mengerjakan efek visual untuk film-film blockbuster Hollywood seperti Tron: Legacy, X-Men, dan Girl with the Dragon Tattoo;.
Pengambilan gambar berlangsung di Bali dan diproduksi oleh Good Form Bali, perusahaan produksi film yang berlokasi di Los Angeles dan Bali.
Film itu berkisah tentang Alpha yang memimpin sebuah tim yang terdiri dari lima tentara elite yang diturunkan ke beberapa reruntuhan kuno di tengah hutan.
Misi mereka adalah untuk mengamankan sebuah misteri anomali yang menunjukkan aktivitas paranormal aneh. Apa yang biasanya jadi misi rutin menjadi sebuah misi tidak terduga bagi mereka.
"Anomaly mempunyai konsep yang keren. Saya jatuh cinta sejak saat pertama dan terasa seperti mengerjakan sebuah episode Black Mirror," kata Lewis dikutip dari siaran resmi, Senin (7/3).
Aktor Foxtrot Six itu menuturkan, pengalamannya selama syuting terasa seperti mimpi masa kecil yang jadi kenyataan setiap memakai seragam dan memainkan senjata.
"Kami semua harus saling bekerja sama dengan aktor lain karena kami adalah sebuah tim. Karakter saya lebih menyenangkan dari yang lainnya jadi saya mencintai bagian saya. Kami juga melakukan adegan helikopter yang keren," imbuh aktor Dead Mine itu.
Film itu dibintangi oleh aktor-aktor lain seperti Joseph J. U. Taylor, Quisha Saunders, dan John Walker Six.
Pengalaman bekerja sama dengan aktor dengan pengalaman dan latar belakang berbeda terasa menyenangkan bagi Lewis.
"Setiap orang membawa sesuatu yang unik. Apakah itu pengalaman militer AS John atau latar belakang Hollywood Quisha dengan aktor seperti Denzel Washington. Joe juga seorang pelatih akting, jadi dia adalah seseorang yang selalu bisa Anda andalkan untuk meminta nasihat," ungkapnya.
Sementara itu, Salvita De Corte yang berdarah setengah Bali menjelaskan proses syuting yang meliputi membaca skenario bersama juga melakukan sesi paintball.
"Datang ke lokasinya sebelum pengambilan gambar yang adalah penting bagi saya. Sisanya adalah bagaimana saya dan Joseph ngobrol dan nongkrong, karena di ceritanya kami sudah lama saling kenal tapi di kenyataan kami baru bertemu sekali, dan hanya sebentar," katanya.
Film ini jadi perjalanan baru bagi De Corte, dia mencoba naik helikopter, paintball, dan belajar banyak hal mengenai militer.
"Selain itu, sangat keren bekerja dengan kru dan aktor yang berbasis di Bali. Berkolaborasi dengan orang-orang dari mana saja selalu menyenangkan. Semua orang benar-benar membumi," ujarnya.
Proses syuting cukup menantang dan menyenangkan bagi sutradara Brian L Tan sang sutradara.
Tan menuturkan, belum pernah ada yang mencoba film aksi sebesar ini di Bali sebelumnya. Mereka harus menggunakan kembali banyak senjata Airsoft mainan dari Jakarta membangun seluruh portal yang tampak seperti dunia lain di tengah hutan, menemukan kamera Red Gemini kedua yang cocok dengan milik mereka.
:Kami bekerja selama 14 jam lurus untuk akhir pekan di tengah hutan, dan bungkus helikopter oranye menjadi hitam. Film ini sangat sulit untuk dilakukan, tetapi saya dengan senang hati akan melakukannya lagi mengingat bagaimana hasilnya," pungkas dia.
Film Anomaly telah tayang perdana pada 25 Februari di Bali. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved